Tautan-tautan Akses

AS

Isu Transjender Semakin Dapat Perhatian Luas di Amerika

  • Michael Bowman

Mantan atlet olimpiade AS, "Bruce Jenner" yang kini telah berganti nama jadi Caitlyn Jenner berbicara di New York saat menerima penghargaan "Glamour Women of the Year Awards" 9 November lalu (foto: dok).

Mantan atlet olimpiade AS, "Bruce Jenner" yang kini telah berganti nama jadi Caitlyn Jenner berbicara di New York saat menerima penghargaan "Glamour Women of the Year Awards" 9 November lalu (foto: dok).

Isu transjender mendapat perhatian luas tahun ini di Amerika, apalagi kini semakin banyak tokoh yang berani membuka jati diri mereka yang sebenarnya ke hadapan publik.

Salah seorang atlet terbaik sepanjang masa di Amerika – Bruce Jenner – telah menyatakan diri sebagai Caitlyn Jenner dan keberaniannya membuka diri dihargai dalam penghargaan tahunan terhadap para atlet "ESPY Awards 2015".

“Transisi ini terasa lebih berat dari apapun yang bisa saya bayangkan," papar Jenner.

Ia menambahkan, "Kaum transjender layak mendapat sesuatu yang sangat penting. Mereka layak dihormati.”

Para penonton bioskop juga bisa menyaksikan permainan luar biasa pemenang Oscar 2015 – Eddie Redmayne – memotret kehidupan transjender tahun 1920an dalam film “The Danish Girl”.

“Ketika saya dilahirkan, dokter mengatakan kepada orang tua saya, selamat – Anda memiliki seorang bayi perempuan,” kata Jay Brown.

Identitas Jay Brown mengalami transisi dari perempuan menjadi laki-laki dan kini ia menjadi aktivis hak-hak seksual kelompok minoritas di Amerika.

“Saya seorang ayah. Saya kini memiliki dua anak perempuan. Saya punya istri yang sudah saya nikahi selama lebih dari sepuluh tahun. Kami tahu siapa kami dan sangat frustrasi melihat dunia tidak menerima kami sebagaimana adanya,” ujar Brown.

Anggota militer transjender juga menjadi salah satu isu yang diperselisihkan dalam pemilu presiden tahun 2016.

"Saya berharap Amerika akan mengikuti jejak banyak negara lain yang mengijinkan kelompok transjender menjadi anggota militer secara terbuka,” ungkap Hillary Clinton.

"Tangani isu transjender di bidang lain,” kata kandidat Capres partai Republik Ben Carson.

Warga transjender Amerika belum sepenuhnya diterima masyarakat pada umumnya sebagaimana kelompok gay dan lesbian yang kini boleh menikah dengan sesama jenis kelamin. Bulan November lalu, para pemilih di Houston – Texas tidak meloloskan sebuah RUU anti-diskriminasi setempat setelah kelompok keagamaan konservatif menakut-nakuti dan mengatakan, RUU itu bisa membiarkan laki-laki berpakaian seperti perempuan menggunakan WC perempuan dan jadi ancaman seksual terhadap perempuan dan anak-anak.

“Berkaitan dengan identitas jender ini, ini merupakan imaginasi seseorang, di alam pikiran mereka. Dia bisa transjender suatu ketika, kemudian identitas lainnya di saat berikutnya," ujat Mat Staver.

“Kami telah melihat bagaimana orang-orang yang tidak suka pada kami datang dan memanfaatkan rasa takut di masyarkat, dan menggambarkan kelompok transjender sebagai monster. Kami menghadapi perjuangan yang panjang untuk memastikan orang tahu tentang kami,” tutur Jay Brown selanjutnya.

Dan kisah tentang para transjender ini masih akan terus bermunculan di hari-hari mendatang. [em/jm]

XS
SM
MD
LG