Tautan-tautan Akses

Israel Bebaskan Ekstrimis Yahudi Setelah 10 Bulan Penjara


Pemimpin kelompok ektrimis Yahudi, Meir Ettinger di pengadilan Illit, Nazareth, Israel, 4 Agustus 2015 (Foto: dok).

Pemimpin kelompok ektrimis Yahudi, Meir Ettinger di pengadilan Illit, Nazareth, Israel, 4 Agustus 2015 (Foto: dok).

Israel mengistilahkannya sebagai penahanan administratif dan sering diberlakukan terhadap warga Palestina yang dicurigai melakukan aktivitas militan.

Israel membebaskan seorang ekstrimis Yahudi, Rabu (1/6), setelah ia ditahan selama 10 bulan tanpa pengadivan.

Meir Ettinger ditahan tahun lalu setelah insiden pembakaran yang menewaskan tiga orang, termasuk seorang balita, di rumah mereka di Tepi Barat. Ettinger adalah salah satu di antara beberapa orang yang ditahan tanpa pengadilan setelah tragedi itu. Israel mengistilahkannya sebagai penahanan administratif dan sering diberlakukan terhadap warga Palestina yang dicurigai melakukan aktivitas militan.

Dinas Dalam Negeri Israel, Shin Bet, yang bertanggung jawab atas penahanannya, menolak untuk mengatakan mengapa ia dibebaskan, namun mengukuhkan bahwa 10 bulan penahanan administratif itu merupakan hukuman terlama yang dijalani seorang Yahudi.

Seorang pria dan seorang tersangka lain di bawah umur dituduh melakukan aksi pembakaran itu.

Meir Ettinger adalah cucu Meir Kahane, rabbi berhaluan ekstrim kanan yang menuntut semua Arab dan Palestina ke luar dari Israel. Kahane tewas tertembak di New York pada 1990.

Badan-badan keamananIsrael menangkap sejumlah Yahudi berhaluan kanan Agustus lalu sebagai bagian dari upaya penumpasan terhadap ekstrimis Yahudi setelah serangan pembakaran itu. [ab/as]

XS
SM
MD
LG