Tautan-tautan Akses

Israel Umumkan 26 Nama Tahanan Palestina yang Akan Dibebaskan


Seorang ibu di Khan Younis, Selatan Jalur Gaza, orang tua dari salah seorang tahanan Palestina, Salah al-Shaer, menciumi foto anaknya setelah mendengar bahwa anaknya akan segera dibebaskan (12/8). Salah al-Saher telah mendekan dalam tahanan Israel selama hampir 20 tahun.
Seorang ibu di Khan Younis, Selatan Jalur Gaza, orang tua dari salah seorang tahanan Palestina, Salah al-Shaer, menciumi foto anaknya setelah mendengar bahwa anaknya akan segera dibebaskan (12/8). Salah al-Saher telah mendekan dalam tahanan Israel selama hampir 20 tahun.

Israel mengumumkan nama-nama 26 tahanan Palestina yang akan dibebaskan untuk menunjukkan itikad baik menjelang pembicaraan perdamaian Israel-Palestina, Rabu mendatang.

Tahanan Palestina yang akan dibebaskan oleh Israel kebanyakan telah mendekam di penjara sejak akhir 1980-an dan awal 1990-an atas pembunuhan dan percobaan pembunuhan terhadap warga Israel dan warga Palestina lain yang dicurigai berkomplot dengan Israel.

Ke-26 tahanan yang akan dibebaskan tersebut adalah bagian dari 104 narapidana yang disetujui Israel akan dibebaskan secara bertahap, tergantung kemajuan yang dicapai dalam pembicaraan perdamaian yang didukung Amerika itu.

Menteri Urusan Narapidana Palestina Issa Qarage menyebut rencana pembebasan tahanan itu sebuah langkah yang baik dan kemajuan penting.

Sanak keluarga warga sipil Israel yang tewas akibat tindakan para tahanan itu mengungkapkan kemarahan dan kesedihan atas langkah pemerintah itu, dan menyebutnya sebagai imbalan terhadap terorisme.

Israel mengumumkan nama-nama itu Senin pagi, sehingga memberi periode waktu bagi warga Israel untuk mengajukan petisi ke pengadilan tertinggi negara itu untuk menghalangi pembebasan itu. Namun, pengadilan itu diperkirakan tidak akan campur tangan atas kebijakan tersebut.

Pengumuman nama-nama tahanan yang akan dibebaskan dilakukan setelah Israel menyetujui pembangunan sekitar hampir 1.200 rumah baru di kawasan pendudukan yang diklaim Palestina. Palestina mengatakan, langkah itu ditujukan untuk merusak proses perdamaian.
XS
SM
MD
LG