Tautan-tautan Akses

Israel Pertimbangkan Usulan AS untuk Mulai Kembali Perundingan


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dalam lawatannya ke New York pekan lalu, berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dalam lawatannya ke New York pekan lalu, berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton.

Amerika menawarkan insentif kepada Israel bila setuju memberlakukan moratorium pembangunan permukiman di Tepi Barat. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan usulan tersebut kepada kabinetnya pada hari Minggu.

Pemerintah Israel sedang mempertimbangkan insentif yang ditawarkan Amerika untuk pemberlakuan moratorium selama tiga bulan bagi pembangunan permukiman di Tepi Barat. Tawaran Amerika ini merupakan suatu langkah yang dimaksudkan untuk menghidupkan kembali perundingan yang macet antara Israel dengan Palestina.

Usulan tersebut diajukan kepada kabinet Israel oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Minggu. Laporan media menyebutkan bahwa moratorium tersebut tidak akan mencakup wilayah Yerusalem Timur.

Pekan lalu, Israel mengumumkan rencana membangun 1.300 apartemen baru di wilayah tersebut.

Netanyahu mengatakan rincian mengenai usulan itu masih dalam penyelesaian. Rencana tersebut akan mencakup penjualan jet-jet tempur siluman canggih Amerika kepada Israel.

Pemimpin Israel ini melewatkan sebagian besar waktunya pekan lalu di Amerika. Lawatannya mencakup pertemuan tujuh jam dengan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton, di mana usulan tersebut diajukan. Menurut kantor berita, dalam usulan itu, Amerika berkomitmen untuk menghambat resolusi anti-Israel di PBB atau forum internasional lainnya.

Usulan tersebut dikecam bukan hanya oleh Palestina, yang menginginkan moratorium mencakup Yerusalem Timur, tetapi juga oleh kelompok sayap kanan dalam pemerintahan Israel yang menyatakan persetujuan atas insentif itu akan menunjukkan ketidakmampuan menahan tekanan Amerika.

XS
SM
MD
LG