Tautan-tautan Akses

Israel Kritik Rencana Palestina untuk Percepat Pengakuan dari PBB


Presiden Palestina, Mahmud Abbas akan menyerahkan permohonan Palestina menjadi anggota PBB bulan September.

Presiden Palestina, Mahmud Abbas akan menyerahkan permohonan Palestina menjadi anggota PBB bulan September.

Pemerintah Israel menilai keputusan Palestina untuk mendapat pengakuan sebagai negara di PBB 'sudah diduga tetapi disesalkan.'

Kantor PM Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan hari Sabtu mengatakan pemimpin Palestina Mahmud Abbas “kelihatannya telah memutuskan untuk menghindari perundingan langsung” dengan Israel.

Hari Sabtu pagi, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengatakan, Abbas akan menyerahkan permohonan menjadi anggota PBB bulan September.

Maliki kepada wartawan di Tepi Barat mengatakan dia berharap Palestina mendapat dorongan dari Lebanon, yang mendapat giliran menjadi Ketua DK PBB bulan depan.

Sebelumnya, Abbas mengatakan, dia akan melobi anggota-anggota PBB untuk memberi status kenegaraan dengan wilayah yang mencakup seluruh wilayah Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur, wilayah-wilayah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah tahun 1967. Namun, Amerika, yang memiliki hak veto di DK, telah mengisyaratkan pihaknya akan menentang langkah itu.

Perundingan perdamaian yang ditengahi Amerika antara Israel dan Palestina buntu bulan September lalu, setelah Israel menolak memperpanjang moratorium pembangunan perumahan di Tepi Barat.

Palestina menentang pembangunan perumahan di tanah yang mereka inginkan menjadi ibukotanya pada masa depan.

XS
SM
MD
LG