Tautan-tautan Akses

Protes Pemberian Label, Israel Bekukan Kontak dengan Uni Eropa


PM Israel Benjamin Netanyahu hari Minggu (29/11) memerintahkan pembekuan kontak dengan wakil-wakil Uni Eropa (foto: dok).

PM Israel Benjamin Netanyahu hari Minggu (29/11) memerintahkan pembekuan kontak dengan wakil-wakil Uni Eropa (foto: dok).

PM Israel Benjamin Netanyahu hari Minggu (29/11) memerintahkan pembekuan kontak dengan wakil-wakil Uni Eropa terkait proses politik dengan Palestina.

Israel telah menangguhkan beberapa kontak diplomatik dengan Uni Eropa terkait proses perdamaian Israel-Palestina yang bermasalah, serta untuk memprotes tindakan Uni Eropa yang memberikan label pada produk-produk yang dibuat di lokasi-lokasi pemukiman Israel di Tepi Barat dan wilayah lain yang diduduki Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan langkah itu hari Minggu (29/11) dengan mengatakan kontak-kontak dengan badan Uni Eropa dan wakil-wakil mereka akan tetap ditangguhkan hingga pemerintahnya menyelesaikan proses reevaluasi.

Netanyahu tidak mengungkap rincian pembekuan diplomatik tersebut dan tidak mengatakan institusi mana yang akan terkena dampaknya.

Pengumuman hari Minggu itu merupakan puncak meningkatnya ketegangan diplomatik selama beberapa minggu ini dengan Uni Eropa, blok perdagangan besar yang berupaya menekan Israel untuk menghentikan perluasan pemukiman mereka di Tepi Barat.

Pemerintah Eropa berpendapat wilayah yang dikuasai Israel dalam perang tahun 1967, yaitu Tepi Barat, Jerusalem Timur, Jalur Gaza dan Dataran Tinggi Golan di Suriah, bukan merupakan wilayah Israel yang diakui internasional. Pemimpin-pemimpin Palestina menilai pemukiman di wilayah itu tidak sah dan telah berulangkali menyatakan bahwa perluasan pemukiman itu merupakan hambatan utama untuk mencapai perjanjian perdamaian kawasan yang abadi.

Awal bulan ini Uni Eropa mengeluarkan pedoman baru atas pemberian label produk di wilayah pemukiman tersebut, langkah yang dikecam Israel sebagai langkah diskriminatif dan bermotif politik.

Pedoman yang dirancang selama beberapa tahun itu mengharuskan para produsen Israel untuk mencantumkan dengan jelas pada label produk pertanian dan produk-produk lain yang dijual di negara-negara Uni Eropa, sebagai tindakan yang tampaknya memfasilitasi pemboikotan konsumen yang menentang pemukiman Israel.

Blok Uni Eropa yang beranggotakan 28 negara merupakan mitra perdagangan utama Israel, dengan total perdagangan expor dan impor mencapai 32 milyar dolar. Belum ada angka statistik resmi tentang nilai impor produk dari wilayah pemukiman Israel. [em/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG