Tautan-tautan Akses

Israel Bekukan Izin Perjalanan Warga Palestina pasca Penembakan


Polisi Israel mengamankan lokasi terjadinya penembakan di Tel Aviv, Rabu malam (8/6).

Polisi Israel mengamankan lokasi terjadinya penembakan di Tel Aviv, Rabu malam (8/6).

Ini diberlakukan Israel setelah dua pria Palestina bersenjata menembaki orang-orang yang sedang berbelanja dan makan di sebuah pasar di kota Tel Aviv Rabu (8/6) malam.

Israel membekukan izin perjalanan bagi 83 ribu warga Palestina selama bulan suci Ramadan ini, setelah dua lelaki Palestina bersenjata menembaki orang-orang yang sedang berbelanja dan makan di pasar dekat Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv Rabu (8/6) malam, yang menewaskan empat orang dan melukai lima lainnya.

“Semua izin selama Ramadan, terutama izin kunjungan keluarga dari Judea dan Samaria ke Israel, dibekukan,” sebut COGAT, unit yang mengelola urusan sipil di wilayah pendudukan Tepi Barat, dalam suatu pernyataan hari Kamis (9/6).

Perintah itu juga berdampak bagi ratusan warga Palestina dari Gaza dan 204 anggota keluarga dari salah seorang tersangka penyerang. Mereka semua dilarang mengunjungi keluarga, mengikuti sholat tarawih di Yerusalem, dan ke luar negeri melalui bandara internasional Tel Aviv.

Militer Israel juga menyatakan akan mengerahkan ratusan lagi tentara, termasuk unit-unit infantri dan unit pengintai elit, ke Tepi Barat sebagai tanggapan atas serangan-serangan itu. Militer menyatakan penambahan pasukan itu dilakukan “sesuai dengan penilaian situasi.”

Polisi Israel menyebut insiden Rabu itu sebagai serangan teroris dan menyatakan para penembak menggunakan senjata otomatis.

Polisi Israel menahan kedua penembak tersebut. Salah seorang di antaranya berada di rumah sakit setelah mengalami luka tembak. Mereka menyatakan kedua penembak adalah saudara sepupu yang berasal dari kota Hebron di Tepi Barat. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG