Tautan-tautan Akses

ISIS Sesumbar Soal Keberhasilan Teror dalam Media Propaganda


Foto yang diterbitkan majalah ISIS, Dabiq, menunjukkan bom kaleng yang katanya digunakan untuk membom pesawat Rusia.

Foto yang diterbitkan majalah ISIS, Dabiq, menunjukkan bom kaleng yang katanya digunakan untuk membom pesawat Rusia.

Analis mengatakan ISIS ingin pemerintah Barat mulai menindas Muslim, sehingga Muslim akan beralih ke ISIS sebagai satu-satunya penyelamat.

Dalam edisi terbaru majalah propagandanya, Dabiq, kelompok militan Negara Islam (ISIS) sesumbar bahwa delapan "ksatria" mereka membuat Paris "bertekuk lutut" dalam serangan tembakan dan bom.

Kelompok itu secara terang-terangan juga merinci caranya meledakkan pesawat sipil Rusia di Mesir Oktober lalu, menewaskan semua penumpang, dengan kaleng minuman kemasan yang diisi bahan peledak.

Analis Murtaza Hussain, yang banyak menulis tentang ISIS, mengatakan serangan-serangan yang menuai perhatian besar dan pernyataan yang provokatif menjadi ciri khas upaya ISIS guna memancing permusuhan internasional terhadap semua Muslim.

Kepada VOA, Hussain mengatakan, "ISIS ingin pemerintah Barat mulai menindas Muslim, dengan demikian membuat pesan ISIS terasa lebih pas, sehingga Muslim akan beralih ke ISIS sebagai satu-satunya penyelamat."

Taktik itu tampaknya perpanjangan dari apa yang telah dicapai ISIS di Suriah dan Irak. Tetapi sejauh ini, menurut Hussain, di luar serangan terhadap Perancis, Rusia dan Lebanon baru-baru ini, strategi ISIS itu gagal. [ka]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG