Tautan-tautan Akses

Istri Pemimpin ISIS Didakwa atas Kematian Sandera AS


Pekerja bantuan Amerika, Kayla Mueller yang tewas tahun lalu (foto: dok).

Pekerja bantuan Amerika, Kayla Mueller yang tewas tahun lalu (foto: dok).

Nisreen Assad Ibrahim Bahar, istri pemimpin ISIS yang tewas Abu Sayyaf, didakwa atas perannya dalam kematian pekerja bantuan Amerika, Kayla Mueller tahun lalu.

Departemen Kehakiman AS telah mengenakan tuduhan terhadap istri pemimpin ISIS yang telah almarhum, untuk perannya dalam kematian pekerja bantuan Amerika, Kayla Mueller tahun lalu.

Nisreen Assad Ibrahim Bahar dan suaminya Abu Sayyaf dituduh menahan Mueller dan wanita lainnya di rumah mereka. Para pejabat AS mengatakan Mueller menjadi sasaran pelecehan seksual berulang-ulang oleh Kepala ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi selama ia ditangkap.

Mueller tewas pada Februari 2015 .

Bahar yang juga dikenal sebagai Umm Sayyaf, "tahu bagaimana Mueller diperlakukan oleh Baghdadi, ketika Mueller disekap di rumah Sayyaf,” kata jaksa federal, Senin (8/2).

Abu Sayyaf tewas dalam serangan komando Delta Force Suriah pada bulan Juni, dan istrinya diserahkan kepada pihak berwenang Irak untuk dituntut.

Umm Sayyaf mengaku kepada agen FBI musim panas lalu, bahwa ia terutama yang bertanggung jawab atas Mueller dan sandera lainnya, sementara suaminya bepergian. Pada kesempatan itu, dia mengakui menjadi nyonya rumah anggota ISIS dan pimpinan ISIS al-Baghdadi.

Sayyaf mengatakan kepada penginterogasi bahwa al – Baghdadi “memiliki" Mueller selama pekerja bantuan sosial itu disekap di kediaman Sayyaf, dan mengakui bahwa kata "memiliki" artinya memperbudak.

Departemen Kehakiman menyatakan rencananya untuk "menuntut keadilan bagi Kayla dan untuk semua korban terorisme . "

Jika terbukti bersalah, Sayyaf menghadapi hukuman maksimum penjara seumur hidup. [ps/jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG