Tautan-tautan Akses

Militan ISIS Kuasai Kota Kristen Terbesar di Irak

  • Edward Yeranian

Warga Kristen Irak mengungsi ke kota Arbil, wilayah Kurdi Irak setelah kota Qaraqosh jatuh ke tangan militan ISIS (7/8).

Warga Kristen Irak mengungsi ke kota Arbil, wilayah Kurdi Irak setelah kota Qaraqosh jatuh ke tangan militan ISIS (7/8).

Ribuan orang Kristen dilaporkan melarikan diri setelah kelompok militan ISIS merebut Qaraqosh, kota terbesar di Irak yang dihuni kelompok agama minoritas itu.

Kota Qaraqosh yang sebagian besar dihuni oleh warga Kristen di Irak sebelah utara jatuh ke tangan militan ISIS Kamis (7/8), setelah pasukan Kurdi memutuskan untuk mundur dari wilayah itu.

Masuknya kelompok militan ISIS dalam waktu cepat, mengejutkan banyak keluarga Kristen, menyebabkan mereka lari dari rumah tanpa peringatan dengan hanya dengan sedikit waktu untuk berbenah, membawa harta-benda mereka.

ISIS merebut kota Qaraqosh, yang mayoritas penduduknya Kristen, dan tiga kota lainnya, dalam serangan tiba-tiba, setelah serangkaian kemenangan yang diperoleh di bagian utara akhir pekan lalu. Para pejuang Kurdi Peshmerga terpaksa mundur, dihadapkan pada serangan mendadak tersebut.

Uskup Chaldea, Joseph Thomas, memberitahu AFP, “puluhan ribu warga Kristen yang ketakutan, lari; saat ini, keadaan kacau luar biasa.” Dia menambahkan, kota-kota mereka telah “kosong dari penduduk semula, dan kini telah dikuasai militan ISIS.” Uskup Thomas menyerukan kepada DK PBB “untuk segera turun tangan.”

Pemimpin milisi Kurdi Peshmerga, Jabber Yawar, menekankan, ISIS mengagetkan lasykarnya, karena serangan terjadi di daerah yang tidak dijaga ketat.

Yawar mengatakan, memang daerah di sekitar Sinjar dan Zumar adalah wilayah luas yang tidak dikawal ketat dan hanya sedikit pejuang Peshmerga yang berjaga di sana. Yawar menambahkan, sebelum pasukan pemerintah Irak mundur dari Mosul Juni lalu, lasykar Peshmerga turut berpatroli bersama mereka dalam radius seribu kilometer wilayah itu.

Kerjasama dengan militer Irak, imbuh Yawar, telah dimulai lagi dalam beberapa hari belakangan ini setelah PM Nouri al-Maliki memberikan perlindungan udara bagi para pejuang Kurdi. Yawar mengemukakan, kondisi sekarang benar-benar menyedihkan bagi ribuan pengungsi Yazidi yang terlantar di pegunungan Sinjar sejak hari Minggu.

Seorang anggota perempuan parlemen Irak dari Kurdistan patah semangat dan meratap di lantai parlemen, memohon agar badan itu turun tangan membantu ribuan pengungsi Yazidi yang melarikan diri ke Pegunungan Sinjar akhir pekan lalu. Mereka, ujarnya, membutuhkan makanan, air dan tempat berteduh.

Dalam pada itu, sementara parlemen Irak bersidang hari Kamis untuk membahas siapa yang akan menjadi perdana menteri negara itu berikutnya, para anggota parlemen berselisih mengenai prosedur yang berlaku, dan mengenai penggunaan telpon genggam di dalam ruang sidang.

Dalam pidato televisi mingguannya, hari Rabu, PM Maliki bersikeras bahwa parlemen “harus mematuhi konstitusi” dan mengangkatnya kembali untuk jabatan perdana menteri. Jika tidak, katanya, “pintu neraka akan terbuka,” bagi “negara asing untuk menyerbu Irak.” Para pemimpin Syiah terkemuka dan para anggota kelompok politik Maliki sendiri justru mendesak agar dia menyingkir.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG