Tautan-tautan Akses

Afiliasi kelompok Negara Islam di Mesir mengaku bertanggung jawab atas rangkaian serangan Rabu di Semenanjung Sinai yang menurut pihak berwenang menewaskan setidaknya 20 tentara.

Serangan-serangan tersebut menyasar pos-pos militer, termasuk di antaranya sebuah bom bunuh diri dekat kota Sheikh Zuweid.

Pernyataan dari kelompok Negara Islam (ISIS) mengatakan kelompok militan tersebut menarget 15 pos militer dalam rangkaian serangan tersebut.

Militan Islamis di Sinai telah berulang kali menyasar pasukan keamanan Mesir dengan bom-bom dan penembakan, terutama sejak penggulingan Presiden Mohamed Morsi yang berasal dari Ikhwanul Muslimin oleh kepala jenderal militer kala itu dan presiden saat ini Abdel Fattah El-Sissi.

Serangan-serangan terbaru ini terjadi beberapa hari setelah jaksa agung Mesir Hisham Barakat tewas dalam pemboman di pinggiran jalan Kairo.

Sissi merespon Selasa dengan menyatakan tekadnya untuk mereformasi UU anti terorisme dan menyalahkan Ikhwanul Muslimin atas pembunuhan terhadap Barakat.

Barakat mengajukan tuntutan-tuntutan terhadap ribuan Islamis, yang kemudian ditahan dan dijebloskan ke penjara melalui persidangan-persidangan massal sejak Morsi digulingkan dari kursi kepresidenannya.

Sissi akan memberi rincian mengenai rencana reformasi hukumnya dalam beberapa hari mendatang.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG