Tautan-tautan Akses

ISIS Diduga Rekrut TKW Indonesia di Hong Kong


Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (Foto: dok.)

Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (Foto: dok.)

Dugaan bahwa kelompok teroris ISIS merekrut pembantu rumah tangga Indonesia di Hong Kong telah mendorong seruan bagi undang-undang anti-terorisme yang lebih kuat sementara para pejabat berusaha mengukuhkan sejumlah laporan terkait.

TKW Muslim Indonesia telah menjadi sasaran perekrut terkait ISIS di lokasi-lokasi perkumpulan populer pada hari Minggu (22/3) di sekitar kota itu, demikian menurut media lokal yang mengutip seorang agen tenaga kerja yang tidak disebutkan namanya dan satu kelompok hak-hak pekerja.

Dua pejabat Hong Kong telah memperingatkan ancaman terorisme internasional sementara kelompok Muslim di kota itu mengungkapkan keprihatinan atas selebaran berlogo terkait ISIS beredar di sana.

Berbicara di sebuah konferensi tentang kejahatan Jumat, Kepala Eksekutif Leung Chun-ying mengambil langkah yang tidak biasa dengan menyoroti serangan baru-baru ini di luar negeri, memperingatkan bahwa Hong Kong, sebagai, kota internasional yang terbuka, seharusnya tidak memandang enteng ancaman terorisme.

Komentar serupa juga dikemukakan Komisaris Polisi Andy Tsang Wai-hung dan sumber kepolisian kemudian mengatakan kepada Sunday Morning Post bahwa mereka "memantau situasi itu dengan seksama,'' setelah selebaran dengan gambar terkait ISIS ditemukan beredar di kalangan pembantu rumah tangga Indonesia di kota tersebut.

XS
SM
MD
LG