Tautan-tautan Akses

ISIS Terus Aniaya Warga Kristen di Raqqa, Suriah


Warga Suriah yang menghindari kekerasan oleh kelompok militan ISIS di Raqqa dan Deir al-Zor, mengungsi ke kawasan Ras al-Ain, Suriah (foto: dok).

Warga Suriah yang menghindari kekerasan oleh kelompok militan ISIS di Raqqa dan Deir al-Zor, mengungsi ke kawasan Ras al-Ain, Suriah (foto: dok).

Warga Kristen, yang telah tinggal di Raqqa selama berabad-abad, terdiri dari hampir lima persen dari 400.000 penduduk sebelum perang, kata para aktivis setempat.

Militan ISIS terus menganiaya warga Kristen yang tersisa sedikit dan mencegah mereka meninggalkan Raqqa, Suriah. Demikian dikatakan oleh para aktivis lokal kepada VOA.

Warga Kristen, yang telah tinggal di Raqqa selama berabad-abad, terdiri dari hampir lima persen dari 400.000 penduduk sebelum perang, kata para aktivis setempat. Persentase itu telah secara dramatis menurun setelah Raqqa jatuh ke tangan pemberontak anti-pemerintah dan kemudian diambil alih oleh militan ISIS pada tahun 2014, yang kemudian menjadi ibukota de-facto mereka.

Para aktivis melaporkan bahwa 43 keluarga Kristen tetap tinggal di kota itu. Mereka tidak mampu melarikan diri dari kota itu seperti yang dilakukan oleh warga Kristen lainnya ketika militan mengambil alih Raqqa, kata mereka. Ketika militan ISIS merebut Raqqa pada bulan Januari 2014, mereka memberikan tiga pilihan kepada warga Kristen: masuk Islam, meninggalkan kota itu, atau menghadapi kematian.

Banyak keluarga Kristen meninggalkan kota itu untuk menghindari penganiayaan.

Shahinian mengatakan keluarganya dan warga Kristen lainnya merasa melekat pada rumah dan tanah mereka di Raqqa, tapi perlakuan ISIS menjadi begitu tidak tertahankan sehingga mereka harus melarikan diri dan meninggalkan semuanya. Desember lalu, “ibu saya adalah yang terakhir dari keluarga saya yang melarikan diri,” katanya kepada VOA.

ISIS memberlakukan seperangkat aturan ketat terhadap orang Kristen, memaksa mereka mematuhi aturan berpakaian warga Muslim dan membayar jizyah, bentuk pajak agama Islam khusus bagi non-Muslim.

Issa, seorang aktivis mengatakan ketika ia tinggal di Raqqa, militan menculik dan membunuh seorang pemuda Kristen karena memiliki tato berbentuk salib di lengannya. Ada ratusan insiden di mana ISIS menarget penduduk Kristen di kota itu, katanya.

Harta benda milik warga Kristen telah disita oleh para komandan ISIS dan warga Kristen yang tetap tinggal di kota itu dilarang membeli properti oleh undang-undang ISIS, katanya. [lt/is]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG