Tautan-tautan Akses

ISIS Ancam Rusia karena Serangan Bom di Suriah


Pesawat tempur Rusia membom sasaran militan ISIS di Suriah (foto: dok). ISIS mengancam akan menyerang Rusia sebagai pembalasan bom di Suriah.

Pesawat tempur Rusia membom sasaran militan ISIS di Suriah (foto: dok). ISIS mengancam akan menyerang Rusia sebagai pembalasan bom di Suriah.

ISIS mengaku bertanggung-jawab atas serangan terhadap polisi Rusia di wilayah Moskow pekan lalu, yang menimbulkan kekhawatiran atas kemungkinan rencana kelompok teroris itu menarget ibukota Rusia.

Pihak berwenang Rusia mengatakan, kedua penyerang yang bersenjata sepucuk pistol dan dua kapak, tewas setelah bentrokan dengan polisi di pos lalu lintas di luar kota.

Melalui kantor berita Amaq, ISIS mengatakan, serangan itu dilakukan sebagai pembalasan atas serangan bom sepanjang tahun di Suriah oleh Rusia.

"Nilai Rusia sebagai sasaran meningkat, karena Rusia semakin dalam dan secara aktif terlibat dalam mendukung rejim Bashar al Assad", kata analis pertahanan, Pavel Felgenhauer yang berkantor di Moskow.

Kantor berita resmi Rusia, TASS mengutip seorang pejabat penegak hukum mengatakan, kaitan dengan kaum ekstremis sedang diselidiki, dan sejauh ini belum ditemukan.

Para penyidik Rusia memusatkan perhatian pada dua kemungkinan terkait serangan itu, lapor kantor berita TASS, yaitu sebagai upaya untuk merebut senjata polisi atau sebagai balas dendam.

ISIS dan kelompok-kelompok afiliasinya telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Rusia pada masa lalu, termasuk pemboman sebuah pesawat penumpang yang terbang dari Mesir tahun lalu yang menewaskan lebih dari 200 wisatawan Rusia.

Media Rusia telah melaporkan setidaknya dua serangan bom mematikan terhadap polisi di Dagestan tahun ini, diklaim oleh kelompok yang berafiliasi dengan ISIS, tetapi ini adalah serangan pertama yang diklaim ISIS di dekat Moskow. [ps/ds]

XS
SM
MD
LG