Tautan-tautan Akses

Iran Usulkan Pembicaraan Nuklir, Tunda Uji Coba Misil


Uji coba misil jarak jauh Iran "Shahab-3" di kota suci Qom, Iran (28 Juni 2011). Iran menunda uji coba Shahab-3 yang direncanakan Sabtu (31/12).

Uji coba misil jarak jauh Iran "Shahab-3" di kota suci Qom, Iran (28 Juni 2011). Iran menunda uji coba Shahab-3 yang direncanakan Sabtu (31/12).

Iran mengusulkan serangkaian pembicaraan baru mengenai program nuklirnya, sementara menunda uji coba misil jarak jauhnya.

Iran mengusulkan serangkaian pembicaraan baru mengenai program nuklirnya yang kontroversial, sementara tampaknya menunda uji-coba misil jarak jauh Shahab-3 yang semula dikatakan akan dilakukan hari Sabtu.

Kantor berita pemerintah IRNA mengutip Penasihat Keamanan Nasional Iran Saeed Jalili mengatakan ia telah mengundang lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman, yang dikenal sebagai P5+1, untuk kembali ke meja perundingan.

IRNA mengatakan duta besar Iran untuk Jerman, Ali Reza Sheikh Attar, akan menyampaikan usulan itu kepada kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton.

P5+1 terakhir kali bertemu dengan Iran pada bulan Januari, namun negosiasi itu berakhir tanpa kesepakatan. Ketika itu, Jalili mengatakan Teheran akan mempertahankan haknya akan teknologi nuklir, termasuk pengayaan uranium.

Upaya diplomatik baru itu menyusul ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz jika Barat memberlakukan sanksi yang bertujuan memboikot ekspor minyak Iran. Amerika lalu berjanji untuk menjaga selat agar tetap terbuka.

Iran hari Sabtu juga tampaknya telah membatalkan rencana uji coba rudal jarak jauh dalam latihan angkatan laut selama 10 hari di wilayah Teluk Persia. Laporan awal mengindikasikan bahwa Teheran telah meluncurkan rudal itu, namun juru bicara angkatan laut kemudian membantahnya.

Negara-negara besar Barat menuduh Iran berusaha mengembangkan teknologi nuklir untuk membuat senjata. Iran mengatakan, usahanya memanfaatkan tenaga nuklir adalah untuk tujuan damai.

Sebelumnya, Sabtu, kantor berita setengah resmi Mehr mengatakan, Duta Besar Iran untuk Jerman, Ali Reza Sheikh Attar, akan mengusulkan pembicaraan dengan P 5+1 itu dalam sepucuk surat kepada kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton. Dia tidak mengatakan bagaimana atau kapan surat itu akan dikirim.

Sementara itu, kantor berita Reuters mengutip juru bicara Uni Eropa yang mengatakan, kelompok itu masih terbuka bagi pembicaraan yang berarti tapi tidak mencakup prasyarat apapun dari pihak Iran.

Perkembangan tersebut terjadi pada saat ketegangan meningkat antara Iran dan negara-negara Barat.

XS
SM
MD
LG