Tautan-tautan Akses

Iran, Uni Eropa Gelar Putaran Final Negosiasi Nuklir


Menlu Iran Mohamad Javad Zarif (belakang kanan) dan para diplomat Uni Eropa (foto: dok).

Menlu Iran Mohamad Javad Zarif (belakang kanan) dan para diplomat Uni Eropa (foto: dok).

Menlu Iran Mohamad Javad Zarif mengatakan Senin (22/6), masih terdapat perselisihan teknis dan politis di antara kedua pihak.

Para menteri luar negeri Iran dan Uni Eropa hari Senin (22/6) bertemu di Luksemburg untuk putaran final negosiasi nuklir menjelang tenggat 30 Juni.

Sebelum pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohamad Javad Zarif melakukan rapat tertutup dengan menteri luar negeri Jerman dan Perancis.

Zarif mengatakan “mencapai kesepakatan nuklir yang memuaskan lebih penting biarpun melewati tenggat beberapa hari.” Ia menambahkan masih terdapat perselisihan teknis dan politis di antara kedua pihak.

Hari Minggu (21/6), parlemen Iran menetapkan bahwa kesepakatan apapun yang dicapai tidak boleh mencakup akses ke lokasi dan dokumen militer serta para ilmuwan negara itu. Menurut ketetapan itu, tim inspeksi internasional boleh masuk ke fasilitas-fasilitas pengembangan nuklir, tetapi tidak boleh memasuki fasilitas militer.

Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius mengkritik hal itu seusai pertemuan hari Senin dengan Zarif. Menurutnya, kesepakatan yang mantap harus mencakup metode verifikasi yang seluas-luasnya, termasuk ke fasilitas-fasilitas militer.

Tim juru runding Iran sebelumnya mengatakan telah sepakat memberi akses kepada para inspektur PBB ke lokasi-lokasi militer, tetapi dengan pengawasan ketat dan syarat-syarat tertentu.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan kesepakatan permanen bisa tercapai selama Iran tidak “berusaha menghindar pada saat-saat terakhir.”

Iran dan kelompok P5+1, yaitu Amerika, Rusia, Tiongkok, Perancis, Inggris dan Jerman, sedang mengusahakan perjanjian yang akan membatasi program nuklir Iran. Pihak Barat menuduh Iran hendak membuat senjata nuklir meski terus dibantah. Iran setuju melakukan negosiasi dengan imbalan pelonggaran sanksi-sanksi ekonomi.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG