Tautan-tautan Akses

Iran Lanjutkan Penahanan Wartawan Washington Post di Teheran


Jason Rezaian (kanan), koresponden Washington Post keturunan Iran bersama istrinya Yeganeh Salehi, koresponden surat kabar berbasis Abu Dhabi - The National, saat menghadiri kampanye presiden Hassan Rouhani di Teheran, Iran, 11 April 2013 (Foto: dok/AP).

Jason Rezaian (kanan), koresponden Washington Post keturunan Iran bersama istrinya Yeganeh Salehi, koresponden surat kabar berbasis Abu Dhabi - The National, saat menghadiri kampanye presiden Hassan Rouhani di Teheran, Iran, 11 April 2013 (Foto: dok/AP).

Jason Rezaian, koresponden Washington Pos di Iran, selama ini hanya diizinkan bertemu sekali dengan seorang pengacara dan mengatakan mereka tidak diizinkan membicarakan tuduhan terhadapnya.

Redaktur eksekutif harian Washington Post, Martin Baron, mengatakan hari Selasa bahwa wartawan warga Iran surat kabar itu yang dipenjarakan di Teheran atas tuduhan yang tidak dijelaskan, masih tidak diperbolehkan mendapat kuasa hukum yang layak.

Baron mengatakan Jason Rezaian selama ini hanya diizinkan bertemu sekali dengan seorang pengacara dan mengatakan mereka tidak diizinkan membicarakan tuduhan terhadapnya.

“Kenyataan bahwa Jason, atau siapapun, hanya diizinkan bertemu satu jam dengan seorang pengacara sebelum diadili atas tuduhan yang berat sama sekali keterlaluan,” kata Baron.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zariftidak memberi informasi mengenai kasus Rezaian dalam kunjungan di Madrid hari Selasa kecuali mengatakan bahwa itu perkara pengadilan dan tuduhan yang dikenakan kemungkinan sangat berat.

Pihak berwenang Iran menangkap Rezaian yang mempunyai dwi kewarganegaraan Amerika dan Iran, bulan Juli lalu.Tuduhan terhadapnya belum diungkapkan kepada umum.

Tetapi kantor berita Fars Iran, yang dianggap pro-garis keras, mengatakan pekan ini Rezaian yang berusia 39 tahun dicurigai mata-mata.

XS
SM
MD
LG