Tautan-tautan Akses

Iran Pertimbangkan untuk Hadiri Konferensi tentang Suriah


Juru bicara Deplu AS John Kirby mengatakan Iran diperkirakan akan diundang dalam pertemuan membahas Suriah di Wina, Austria (foto: dok).

Juru bicara Deplu AS John Kirby mengatakan Iran diperkirakan akan diundang dalam pertemuan membahas Suriah di Wina, Austria (foto: dok).

Pemerintah Iran, seperti Rusia, mendukung Presiden Suriah Bashar Al Assad dan telah menyediakan dukungan bagi militer Suriah.

Kementerian Luar Negeri Iran hari Rabu (28/10) mengatakan sedang mempertimbangkan untuk hadir dalam pertemuan multilateral tentang situasi di Suriah, yang akan dilangsungkan di Wina pekan ini.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika John Kirby hari Selasa (27/10) mengatakan Iran diperkirakan akan diundang dalam pertemuan itu. Delegasi Amerika akan dipimpin Menteri Luar Negeri John Kerry. Kirby mengatakan pertemuan itu akan memusatkan perhatian pada “situasi politik yang sulit” di Suriah.

Pertemuan utama dijadwalkan akan berlangsung hari Jum’at (30/10), tetapi pertemuan pendahuluan akan dimulai hari Kamis (29/10).

Menurut sumber-sumber diplomatik Rusia, pertemuan hari Kamis bisa merupakan pengulangan pertemuan pekan lalu antara diplomat-diplomat tinggi Amerika, Rusia, Arab Saudi dan Turki.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah membahas situasi di Suriah itu. Kementerian kedua negara mengatakan kedua diplomat berbicara melalui telfon dua hari berturut-turut tentang persiapan pertemuan di Wina tersebut.

Kehadiran Iran bisa menandai perubahan sikap Amerika dan negara-negara Barat lain yang selama ini membatasi keterlibatan dengan Iran pada isu selain perjanjian nuklir yang disepakati Juli lalu.

Namun dalam konferensi pers hari Selasa (27/10), Kirby tidak menggambarkan Iran sebagai mitra penting Iran dalam krisis Suriah. “Dengan alasan apapun, kami tentunya tidak menyetujui aktivitas yang dilakukan Iran di Suriah”. Namun Kirby menambahkan “pada beberapa kesempatan Amerika mengakui bahwa untuk memajukan transisi politik di Suriah, kita perlu bicara dan berdialog dengan Iran”.

Iran – seperti Rusia – mendukung Presiden Suriah Bashar Al Assad dan telah menyediakan dukungan bagi militer Suriah.

Sebaliknya Amerika dan sekutu-sekutunya mendukung kelompok oposisi moderat Suriah. Amerika juga telah berulangkali mendukung transisi politik di Suriah demi terbentuknya pemerintahan yang tidak lagi dipimpin Assad.

Hari Selasa muncul isyarat-isyarat baru bahwa Amerika dan Iran tidak menjembatani keprihatinan terkait pandangan keduanya atas Suriah. Kantor berita pemerintah Iran IRNA mengatakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mendesak Amerika untuk “menghentikan kebijakan membina teroris”. Pemerintah Suriah dan Rusia merujuk kelompok oposisi moderat Suriah sebagai “teroris”. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG