Tautan-tautan Akses

Pasukan Keamanan Irak Siaga Jelang Ashura


Peziarah Syiah Irak melakukan prosesi Ashura di Karbala tahun lalu (foto: dok).

Peziarah Syiah Irak melakukan prosesi Ashura di Karbala tahun lalu (foto: dok).

Menjelang peringatan hari Ashura Senin (3/11), Irak berada dalam kondisi sangat waspada di tengah gelombang pemboman yang menarget peziarah Syiah.

Irak berada dalam kondisi sangat waspada di tengah gelombang pemboman yang menarget peziarah Syiah yang menuju ke kota suci Karbala untuk mengikuti peringatan tahunan Ashura.

Militan Sunni ISIS hari Senin (3/11) mengklaim bertanggungjawab atas dua serangan sehari sebelumnya di Baghdad yang menewaskan 23 orang. Kelompok gerilyawan itu mengatakan meski pemerintah meningkatkan status keamanan, mereka akan tetap melancarkan serangan terhadap apa yang mereka gambarkan sebagai “acara kafir terbesar” yang dilakukan kaum Syiah.

Pihak berwenang Irak mengatakan tiga bom lainnya menewaskan 10 orang hari Senin, termasuk dua tentara.

Seorang pejabat polisi Irak mengatakan pasukan Irak berada dalam kondisi “sangat waspada” dan berjaga-jaga terhadap kemungkinan terjadinya serangan dalam perjalanan sejauh 100 kilometer dari ibukota ke Karbala.

Upacara tahunan Ashura – yang puncaknya akan berlangsung pada hari Selasa – menunjukkan perpecahan antara kaum Syiah dan Sunni pada abad ke-7. Ashura menandai tewasnya Hussein – cucu Nabi Muhammad SAW yang merupakan tokoh yang dihormati aliran Syiah.

Meskipun terjadi ledakan bom hampir setiap hari, ribuan warga Syiah tetap menuju ke Karbala. Seorang peziarah – Suad Abdul Samad Hamza – mengatakan tidak khawatir walaupun ISIS telah merebut sebagian besar wilayah Irak Barat dan Utara.

Sementara itu militer Amerika mengatakan telah melancarkan 14 serangan udara lagi terhadap posisi-posisi ISIS – lima di Suriah dan sembilan di Irak. Serangan di Suriah dipusatkan ke Kobani di mana pejuang Kurdi bertempur melawan militan ISIS untuk menguasai kota yang terletak di perbatasan Turki itu. Komando Pusat Amerika mengatakan serangan udara di Irak itu dilakukan di dekat Baiji, Fallujah dan Rutba.

Di Washington, Panglima Komando Eropa Amerika – Jendral Philip Breedlove mengatakan ISIS “masih menjadi keprihatinian” Amerika karena jumlah warga asing yang ikut bertempur bersama ISIS. Ia menambahkan kekhawatiran utama adalah para pejuang yang radikal itu bisa kembali ke tanah air mereka dan melakukan serangan perorangan.

XS
SM
MD
LG