Tautan-tautan Akses

Irak, Iran Tandatangani Kesepakatan Ekstradisi Kriminal


Kepala Urusan HAM PBB Navi Pillay menyerukan penyelidikan independen atas serangan militer Irak.

Kepala Urusan HAM PBB Navi Pillay menyerukan penyelidikan independen atas serangan militer Irak.

Kesepakatan dibuat menyusul penggerebekan oleh pasukan keamanan Iran sebelumnya bulan ini terhadap Kamp Ashraf.

Iran dan Irak telah menandatangani kesepakatan untuk mengekstradisi kriminal yang dicari kedua negara bertetangga tersebut.

Laporan-lapoarn media kedua negara mengatakan para menteri hukum kedua negara menandatangani kesepakatan itu Minggu malam. Kesepakatan dibuat menyusul penggerebekan oleh pasukan keamanan Iran sebelumnya bulan ini terhadap Kamp Ashraf, yang menjadi kediaman kelompok oposisi bersenjata utama Iran, yakni Organisasi Mujahidin Rakyat Iran.

Kepala urusan HAM PBB Navi Pillay mengatakan, penggerebekan itu menewaskan sedikitnya 34 orang di kamp pengungsian Iran tersebut. Pillay telah menyerukan penyelidikan independen atas serangan militer Irak itu dan mengatakan sebelumnya bulan ini bahwa tidak ada pembenaran atas jatuhnya sejumlah korban di Kamp Ashraf.

Irak mengatakan pasukannya memasuki kamp itu setelah papa penghuninya memprovokasi tentara dengan melempari batu. Para pejabat rumahsakit Irak mengatakan 10 orang tewas meski kelompok pembangkang melaporkan jumlah korban tewas yang lebih besar.

Irak, Iran dan Amerika menganggap kelompok itu organisasi teroris.

XS
SM
MD
LG