Tautan-tautan Akses

Irak Alihkan Perhatian untuk Rebut Mosul dari ISIS


Pasukan Irak merayakan kemenangan setelah menguasai sepenuhnya kota Ramadi dan memukul mundur militan ISIS (19/1).

Pasukan Irak merayakan kemenangan setelah menguasai sepenuhnya kota Ramadi dan memukul mundur militan ISIS (19/1).

Duta Besar Irak untuk AS, Lukman Faily menyatakan bahwa pasukan Irak sekarang memusatkan perhatian untuk merebut kembali Mosul dari tangan kelompok militan ISIS.

Duta Besar Irak untuk Amerika Serikat menyatakan bahwa pasukan Irak sekarang akan mengalihkan perhatian untuk merebut kembali kota Mosul, setelah berhasil membebaskan kota Ramadi dari cengkeraman kelompok militan ISIS.

Lukman Faily yang berbicara kepada VOA hari Selasa (9/2), mengatakan bahwa seperti situasi di kota Ramadi, pertempuran untuk merebut kembali Mosul adalah perjuangan bagi (rakyat) Irak dan bukan pertempuran bagi pasukan asing.

"Kami belum meminta Amerika Serikat untuk mengirimkan pasukan dan ada kesepakatan yang jelas dari kedua negara bahwa pertempuran ini harus dipimpin oleh pasukan Irak," kata Faily.

Faily mengatakan bahwa rakyat Irak telah berterima kasih atas kerjasama selama ini dari koalisi pimpinan AS, namun ia mengatakan bahwa diperlukan langkah lebih lanjut untuk menyelesaikan pekerjaan (mengalahkan ISIS).

"Kita perlu memiliki kerjasama erat, kita perlu negara-negara lain untuk memiliki urgensi seperti yang kita miliki. Jadi, ketika Anda mengatakan (apakah) kita puas, saya pikir satu-satunya kepuasan hanya akan kita dapatkan ketika kita (mampu) menyingkirkan ISIS sekali dan untuk semua," tegasnya.

Video Interview VOA dengan Duta Besar Irak untuk AS:

Namun, di Washington hari Selasa (9/2), panglima Korps Marinir AS Letnan Jenderal Vincent Stewart mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat AS bahwa operasi untuk merebut kota Mosul akan sangat kompleks.

"Saya tidak optimis bahwa kami akan dapat melakukan (operasi pembebasan Mosul) dalam waktu dekat. Dalam pandangan saya, tidak akan terjadi tahun ini," katanya.

Video: Pasukan Irak merebut kembali Ramadi dari ISIS

Pasukan Irak harus membersihkan ranjau yang ditanam ISIS

Irak mengatakan pasukannya telah sepenuhnya merebut kembali kota Ramadi dan sekitarnya dari ISIS, tapi sekarang harus menangani masalah guna membersihkan ribuan bom (ranjau) yang ditanam teroris ISIS di seluruh wilayah kota Ramadi.

Irak pertama kali menyatakan Ramadi bebas pada bulan Desember ketika ISIS diusir keluar dari pusat kota. Tapi tampaknya baru minggu ini pasukan Irak mengatakan kota ini sepenuhnya di tangan mereka.

Serangan pasukan koalisi pimpinan AS membantu Irak mengusir militan Islamis itu.

ISIS merebut kota Ramadi bulan Mei lalu, yang merupakan pukulan besar bagi pemerintah dan militer Irak.

Kota itu hampir tidak dihuni penduduk sipil dan para petugas PBB mengatakan, tingkat kerusakan yang ditinggalkan sangat mengejutkan. [pp]

XS
SM
MD
LG