Tautan-tautan Akses

Tekanan Internasional Bisa Cegah Kebuntuan Politik Kamboja


Pemimpin partai oposisi Kamboja Sam Rainsy berpidato di depan pendukungnya setelah pemilu (28/7). Ia menyerukan dilakukannya demonstrasi umum jika tidak dilakukan investigasi independen atas dugaan penyimpangan pemilu.

Pemimpin partai oposisi Kamboja Sam Rainsy berpidato di depan pendukungnya setelah pemilu (28/7). Ia menyerukan dilakukannya demonstrasi umum jika tidak dilakukan investigasi independen atas dugaan penyimpangan pemilu.

Seiring dengan semakin besarnya kemungkinan terjadinya kebuntuan politik akibat pemilu Kamboja bulan lalu, para pakar di Amerika mengatakan tekanan internasional mungkin merupakan cara terbaik untuk mempercepat pembentukan pemerintahan baru Kamboja.

Partai Nasional Penyelamatan Kamboja (CNRP) yang beroposisi mengatakan tidak akan mengakui hasil pemilu, yang menurut para pejabat dari Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang berkuasa telah berhasil mereka menangkan.

Kebuntuan itu bisa membuat pihak oposisi memboikot pertemuan pertama Majelis Nasional dua bulan dari sekarang, sehingga mengakibatkan pembentukan pemerintah baru secara hukum tidak mungkin.

Pemimpin oposisi Sam Rainsy telah menyerukan demonstrasi umum jika tidak dilakukan investigasi independen atas dugaan penyimpangan, yang menurutnya merugikan pihak oposisi dalam pemilu itu.

Namun sejauh ini belum jelas seberapa besar usaha yang dapat dilakukan oleh komunitas internasional, atau seberapa jauh partai yang berkuasa dan Perdana Menteri Hun Sen akan bersedia untuk berkompromi.
XS
SM
MD
LG