Tautan-tautan Akses

Intelijen AS: Para Pemimpin Iran Berselisih soal Nuklir


Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad saat mengunjungi fasilitas nuklir Natanz (foto: dok.)

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad saat mengunjungi fasilitas nuklir Natanz (foto: dok.)

Perkiraan Intelijen AS mengatakan Teheran kemungkinan melanjutkan kegiatan penelitian senjata atom dan untuk mengolah uranium.

Badan-badan intelijen Amerika yakin para pemimpin Iran semakin berbeda pandangan mengenai apakah akan mengembangkan senjata nuklir, dengan mengatakan gigitan sanksi internasional kemungkinan sudah mulai menimbulkan perselisihan.

Perkiraan Intelijen Amerika yang baru atau NIE mengenai ambisi nuklir Iran mengatakan Teheran kemungkinan telah melanjutkan kegiatan penelitian senjata atom dan memperluas programnya untuk mengolah uranium.

Perkiraan rahasia itu memperbaharui perkiraan tahun 2007 yang dipertentangkan yang menyimpulkan bahwa program senjata Iran sudah terhenti tahun 2003. Badan intelijens Israel dan beberapa negara Eropa tidak sependapat dengan laporan itu.

Temuan utama NIE yang baru itu – bahwa para pemimpin Iran tetap berbeda pendapat mengenai apakah meneruskan kagiatan untuk membuat bom – pertama kali dilaporkan oleh harian Wall Street Journal hari Rabu. Journal mengatakan NIE tidak menyimpulkan bahwa Iran telah meluncurkan kembali program besar-besaran untuk membuat senjata nuklir.

Dalam perkiraan ancaman yang terpisah yang diajukan dalam sidang Kongres hari Rabu, Direktur Intelijens Nasional James Clapper mengatakan Iran telah membiarkan pilihannya terbuka untuk menghasilkan bom-atom dengan mengembangkan berbagai kemampuan nuklir yang menempatkan Iran pada kedudukan yang lebih baik untuk membuat senjata demikian.

Namun, Clapper mengatakan Amerika tidak tahu apakah Iran akan kelak memutuskan untuk membuat senjata nuklir.

XS
SM
MD
LG