Tautan-tautan Akses

Institut Kepemimpinan Muslim AS Cetak Generasi Baru Pemimpin


Sebagian perempuan muslim AS yang menghadiri pelatihan Institut Kepemimpinan Muslim Amerika, Universitas South Carolina (18/2).

Sebagian perempuan muslim AS yang menghadiri pelatihan Institut Kepemimpinan Muslim Amerika, Universitas South Carolina (18/2).

Salah satu tujuan pelatihan adalah untuk membantu para pemimpin Muslim muda melawan berbagai sentimen negatif di kalangan masyarakat AS.

Sebuah proyek di Universitas Southern California (USC) di kota Los Angeles, yang disebut Institut Kepemimpinan Muslim Amerika, membantu melatih para generasi muda muslim guna memunculkan generasi baru pemimpin Muslim Amerika. Pendekatan Institut Kepemimpinan Muslim Amerika mencakup pelatihan dan berbagi masalah pribadi dari hati ke hati.

Salah satu tujuannya adalah membantu para pemimpin Muslim muda melawan sentimen negatif, seperti protes anti-Muslim tahun lalu mengenai rencana pembangunan pusat Islam di dekat lokasi serangan teroris di New York tahun 2001. Khuram Zaman membantu mengelola situs pendidikan Islam berbasis internet.

Zaman mengatakan, "Saya pikir komunitas Islam pada umumnya merasa seperti diserang, tetapi secara internal kami menyadari bahwa kami memiliki krisis kepemimpinan, krisis visi, dalam berinteraksi dengan masyarakat yang lebih luas. Masjid ground zero, bagi saya, menunjukkan kepada komunitas kami bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan."

Laki-laki dan perempuan muda ini berasal dari berbagai latar belakang profesional. Sebagian bekerja untuk organisasi keagamaan, yang lainnya berasal dari kelompok-kelompok komunitas non-Muslim.
Masyarakat muslim AS melakukan shalat berjamaah. Generasi muda muslim AS menyadari adanya krisis kepemimpinan dan krisis visi dalam berinteraksi dengan kalangan masyarakat yang lebih luas.

Masyarakat muslim AS melakukan shalat berjamaah. Generasi muda muslim AS menyadari adanya krisis kepemimpinan dan krisis visi dalam berinteraksi dengan kalangan masyarakat yang lebih luas.

Seperti orang-orang muda Amerika lainnya, kaum muda Muslim sering beralih ke Internet untuk mendapatkan informasi. Situs altmuslimah.com membahas perubahan peran perempuan dan konflik gender, kata editornya, Asma Uddin.

Asma menjelaskan, "Sebagian besar konten situs kami adalah tentang konflik-konflik itu, isu-isu yang dalam tentang hubungan dan identitas gender dan pertanyaan tentang peran gender, misalnya."

Para peserta dalam program Institut Kepemimpinan Muslim Amerika itu datang dari berbagai latar belakang etnis dan cabang Islam. Mereka termasuk warga Amerika asli dan anak-anak imigran dari seluruh dunia Muslim.

Megan Putney, warga Amerika yang masuk Islam, menuturkan, “Saya berasal dari Pusat Islam di Universitas New York. Komunitas disana sangat inklusif, dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, tidak hanya mahasiswa.”

Relawan California Asma Men mengatakan para peserta memberikan perspektif mereka masing-masing dan bergaul dengan baik.

Nadia Roumani adalah direktur Institut Kepemimpinan Muslim Amerika. Ia mengatakan program itu mempersatukan para pemimpin muda dari berbagai negara bagian di Amerika untuk mempererat hubungan, dan membantu mereka merencanakan strategi untuk memecahkan masalah di dalam komunitas mereka.
“Apakah untuk perumahan yang merata atau keadilan ekonomi atau isu-isu reformasi imigrasi, apapun isunya,” demikian ujar Nadia.

XS
SM
MD
LG