Tautan-tautan Akses

Pemerintah Inggris Usir 5 Diplomat Libya


Perdana Menteri Inggris David Cameron sedang mempertimbangkan opsi mempersenjatai pasukan pemberontak Libya.

Perdana Menteri Inggris David Cameron sedang mempertimbangkan opsi mempersenjatai pasukan pemberontak Libya.

Ke-5 diplomat diusir dari Kedutaan Libya di London karena melecehkan aktivis oposisi Libya dan mengancam keamanan nasional Inggris.

Pemerintah Inggris mengatakan negara itu telah mengusir lima diplomat dari Kedutaan Besar Libya di London karena melecehkan para aktivis oposisi Libya dan mengancam keamanan nasional Inggris.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengumumkan langkah ini hari Rabu di parlemen Inggris, dengan mengatakan mereka telah mengusir para diplomat termasuk atase militer Libya.

Para pejabat Inggris mengatakan kelima diplomat ini diperkirakan merupakan pendukung kuat pemimpin Libya Moammar Ghadafi, yang memerangi para pemberontak menentang kekuasaan yang telah berkuasa selama 42 tahun. Para pejabat menuduh kelima diplomat tersebut mengintimidasi para aktivis oposisi Libya di Inggris.

Inggris adalah bagian dari koalisi pimpinan Barat yang melakukan serangan udara untuk menegakkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan perlindungan bagi warga sipil Libya, dan mengotorisasi semua tindakan yang diperlukan untuk menghentikan serangan pasukan Ghadafi.

Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy hari Rabu mengatakan penggulingan Moammar Ghadafi merupakan “perlindungan terbaik” bagi warga sipil Libya. Berbicara dalam kunjungan ke Oslo, Van Rompuy mengatakan ke-27 negara Uni Eropa meningkatkan tekanan untuk berupaya menggulingkan pemimpin Libya itu.

Perdana Menteri Inggris David Cameron hari Rabu mengatakan pada para anggota parlemen bahwa pemerintahnya belum memutuskan apakah akan menyediakan senjata pada para pemberontak Libya yang melancarkan pergolakan bulan lalu. Ia mengatakan resolusi PBB “tidak harus mengesampingkan pemberian bantuan kepada warga sipil dalam kondisi-kondisi khusus”.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov hari Rabu memperingatkan para pemberontak Libya. Ia mengatakan Rusia setuju dengan pernyataan yang dibuat Sekjen NATO Anders Fogh-Rasmussen bahwa operasi koalisi di Libya ditujukan untuk melindungi penduduk, bukan mempersenjatainya.

XS
SM
MD
LG