Tautan-tautan Akses

TPS-TPS Inggris Dibuka dalam Referendum Bersejarah soal Uni Eropa


Para pensiunan Chelsea meninggalkan TPS setelah mengikuti pemungutan suara dalam referendum Uni Eropa, di Chelsea, London, Inggris (23/6).

Para pensiunan Chelsea meninggalkan TPS setelah mengikuti pemungutan suara dalam referendum Uni Eropa, di Chelsea, London, Inggris (23/6).

Referendum itu diadakan setelah Perdana Menteri Inggris David Cameron gagal memastikan kesepakatan dengan Uni Eropa yang akan membatasi tunjangan bagi imigran serta mengendalikan bisnis dan regulasi lainnya pada Februari lalu.

Imigrasi, kedaulatan, keamanan dan masa depan ekonomi Inggris menjadi pertimbangan para pemilih yang memberikan suara-suara awal hari Kamis, dalam referendum bersejarah Inggris yang akan menentukan apakah negara itu tetap menjadi anggota Uni Eropa.

Bagi sebagian yang memberanikan diri menerobos hujan di London, Kamis pagi, keputusan itu mengecilkan arti perdamaian yang menjadi landasan pembentukan Uni Eropa.

“Untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun, Eropa damai selama lebih dari 50 tahun. Saya termasuk generasi yang tidak harus pergi berperang di Eropa Barat dan menurut saya ini hal menyenangkan yang patut dirayakan,” kata Chris Kenyon, 41, salah satu pemilih pertama di sebuah TPS di London Utara. Kenyon mengatakan, dengan situasi seperti ini ia heran mengapa ada yang berpikir untuk keluar dari Uni Eropa.

Sementara para pemilih ke TPS-TPS, jajak pendapat umum menunjukkan kedua kubu, yang menentang dan mendukung, bersaing ketat.

Tingkat partisipasi pemilih diperkirakan akan tinggi, mengakhiri kampanye sengit selama dua bulan yang sebagian besar berpusat mengenai imigrasi, isu yang sangat sensitif dan memecah belah di negara yang tingkat imigrasinya melonjak dua kali lipat sejak tahun 2000.

Perdana Menteri David Cameron telah memimpin seruan untuk tetap menjadi anggota Uni Eropa. Pemimpin Inggris itu memberikan suaranya di dekat kediaman resminya pada Kamis (23/6) pagi. Hari Rabu, ia melakukan upaya terakhir untuk meyakinkan pemilih yang belum menetapkan sikap. “Kita lebih kuat, lebih baik dalam Uni Eropa yang direformasi,” ujarnya.

Cameron dan para penentang Brexit mengatakan ekonomi Inggris akan sangat terganggu jika Inggris memisahkan diri dari blok 28 negara itu. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG