Tautan-tautan Akses

Inggris Lanjutkan Kerjasama Intelijen dengan Amerika


Presiden AS, Donald Trump (kiri), dan PM Inggris, Theresa May, berbincang-bincang dalam sebuah upacara di markas besar NATO yang baru sebelum dimulainya pertemuan puncak di Brussels, Belgia, 25 Mei 2017 (foto: REUTERS/Christian Hartmann)
Presiden AS, Donald Trump (kiri), dan PM Inggris, Theresa May, berbincang-bincang dalam sebuah upacara di markas besar NATO yang baru sebelum dimulainya pertemuan puncak di Brussels, Belgia, 25 Mei 2017 (foto: REUTERS/Christian Hartmann)

Setelah mendapat “jaminan baru” dari pemerintah Amerika, pemerintah Inggris hari Kamis memutuskan untuk memulihkan kerjasama dan berbagi laporan intelijen dengan pemerintah Amerika.

Pemerintah Inggris hari Kamis memulihkan kerjasama dan berbagi laporan intelijen dengan Amerika, setelah mendapat “jaminan-jaminan baru” tentang hal itu dari Amerika.

Inggris tadinya marah karena bahan-bahan intelijen tentang serangan bom di Manchester tampaknya dibocorkan oleh pejabat intelijen Amerika kepada pers.

“Kami biasanya tidak berkomentar tentang bagaimana kami berbagi bahan-bahan intelijen.” Tapi setelah mendapat jaminan-jaminan baru, “kami kini melanjutkan kerjasama dengan mitra-mitra penting di seluruh dunia termasuk kerjasama dalam kelompok intelijen yang disebut “Lima Mata,” kata pembantu komisaris polisi Mark Rowley. Rowley adalah pejabat kontra-teroris Inggris yang tertinggi.

Kelompok “Lima Mata” itu adalah Amerika, Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru.

Ketegangan antara Amerika dan Inggris dimulai sejak para pejabat Amerika mulai membocorkan rincian penyerangan bunuh diri di Manchester, seperti nama penyerang itu, hanya beberapa jam setelah kejadian. Polisi Manchester dikabarkan marah besar karena harian Amerika New York Times merilis foto-foto forensik dari tempat kejadian yang belum diumumkan oleh Inggris.

Perdana menteri Inggris Theresa May mengatakan “bahan-bahan intelijen yang dibagi antara badan-badan intelijen sahabat harus tetap aman,” dan ini dikatakannya kepada Presiden Trump dalam sidang puncak NATO di Brussels, kata seorang jurubicara.

Presiden Trump menanggapi keluhan Inggris ini dengan mengatakan: “Pemerintah saya akan menyelidiki hal ini sampai tuntas.” Ia menyebut pembocoran laporan intelijen itu “sangat meresahkan, dan merupakan ancaman besar bagi keamanan nasional kita.” [ii]

XS
SM
MD
LG