Tautan-tautan Akses

Inggris Isyaratkan Terima Ribuan Anak Pengungsi tanpa Orang Tua


Seorang pengungsi perempuan bersama anak-anaknya (Foto: ilustrasi)

Seorang pengungsi perempuan bersama anak-anaknya (Foto: ilustrasi)

Setelah dikecam para anggota Parlemen dari berbagai spektrum politik, pemerintah Inggris mengisyaratkan akan menerima ribuan anak pengungsi Suriah tanpa orang tua yang melarikan diri ke Eropa.

Beberapa bulan sebelum pecahnya Perang Dunia Kedua, penganiayaan Nazi terhadap warga Yahudi meningkat. Sewaktu keluarga-keluarga Yahudi melarikan diri dari tanah air mereka, Inggris menampung hampir 10 ribu anak-anak tanpa orang tua dari seluruh Eropa dalam operasi yang dikenal sebagai “Kindertransport”.

Erich Rein adalah salah seorang dari anak-anak itu. Ia berusia empat tahun ketika kedua orang tuanya mengirim Erich dan dua abangnya ke tempat yang lebih aman.

“Saya mesti mengatakan bahwa apa yang dilakukan orang tua saya, mengirim tiga anak laki-laki berusia 11, 10 dan 4 tahun ke suatu negeri, merupakan hal yang jauh di luar perkiraan. Saya tidak mungkin bisa melakukannya. Tetapi mereka bisa. Faktanya 81 tahun kemudian saya masih hidup. Bukan keputusan yang buruk kan?" katanya.

Erich tidak pernah melihat orang tuanya lagi. Arsip-arsip menunjukkan ayahnya dikirim ke kamp konsentrasi di Auschwitz, sementara nasib ibunya tidak diketahui.

Reich tinggal dengan satu keluarga pengungsi Jerman di dekat London.

"Saya diberi kehidupan baru. Pasangan pengungsi non-Yahudi itu mengambil saya, memberi saya pendidikan, memelihara saya, dalam artikata menyelamatkan saya.Sebab padausia 4 – 5 tahun, jika tidak ada seseorang yang mencintai Anda, hidup Anda akan bermasalah," ujarnya.

Kini Reich memimpin kampanye supaya Inggris menampung ribuan anak-anak pengungsi Suriah tanpa orang tua dari seluruh Eropa.

"Mereka diperdagangkan, mereka diajar dan disuruh melacur. Mereka diberi narkoba. Banyak hal terjadi karena tidak ada yang mengasuh mereka. Mereka anak-anak tanpa orang tua, sama seperti kami dulu," tambah Reich.

Pejabat-pejabat Uni Eropa mengatakan 10 ribu pengungsi anak-anak hilang dalam beberapa tahun ini.

“Kami melihat anak-anak ini tinggal di jalan. Kami melihat orang menjual mereka pada pedagang dan penyelundup manusia.Ada pula bukti nyata adanya penganiayaan dan eksploitasi yang ditunjukkan anak-anak ini seperti penyakit seksual menular," kata Martha MacKenzie

Pemerintah Inggris sebelumnya menolak mengambil tambahan anak-anak dengan alasan bisa memicu ribuan lainnya melakukan perjalanan berbahaya ke Eropa. Tetapi pekan ini Inggris mengisyaratkan perubahan kebijakan meskipun jumlah pastinya masih belum diumumkan.

Erich Reich mengatakan merawat anak-anak ini bukan saja menjadi tanggungjawab Inggris.

"Banyak negara dan juga warga di Inggris yang tidak senang dengan kehadiran anak-anak pengungsi ini. Saya kira dunia perlu mengkaji hal ini dan melihat bagaimana orang-orang ini melarikan diri guna menyelamatkan nyawa mereka," tambahnya.

“Kindertransport” memberi Reich kehidupan baru tahun 1939.

Tujuh puluh tujuh tahun kemudian Reich mengatakan kini saatnya Inggris dan dunia kembali menunjukkan rasa belas kasihan pada orang-orang paling rentan yang melarikan diri dari perang. [em/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG