Tautan-tautan Akses

Inggris Harapkan Kemitraan Lebih Kuat dengan Indonesia


Perdana Menteri Inggris David Cameron disambut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada kunjungan di Jakarta April 2012. (Reuters/Supri)

Perdana Menteri Inggris David Cameron disambut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada kunjungan di Jakarta April 2012. (Reuters/Supri)

Presiden Yudhoyono berkunjung ke Inggris, yang berharap mendapat akses lebih ke dalam ekonomi Indonesia dengan konsumen sejumlah 240 juta orang.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memulai kunjungan tiga harinya ke Inggris pada Rabu (31/10), di tengah semangat para pejabat Inggris untuk menarik perhatian Indonesia sebagai kekuatan ekonomi Asia baru dengan upacara megah dan mewah.

Ratu Elizabeth II dijadwalkan menyambut Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono secara formal pada Rabu sore, dengan pasukan kehormatan berkuda, sebelum menemani keduanya ke Istana Buckingham dengan kereta kuda.

Di Istana tersebut, Ratu yang berusia 86 tahun tersebut akan mengadakan acara makan malam kenegaraan yang mewah untuk Presiden dan rombongan. Ratu juga berencana memberi gelar kehormatan kebangsawanan ‘Knight’ pada Presiden Yudhoyono.

“Selain sebagai salah negara dengan pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi, Indonesia masih menjadi penjaga garis depan perubahan politik yang membentuk Asia,” ujar Menteri Luar Negeri William Hague saat berbicara di parlemen pada Selasa (30/10).

“Kunjungan ini akan menjadi kesempatan bagi kita untuk membangun kemitraan yang lebih kuat dari yang telah dibentuk dalam dekade terakhir.”

Presiden Yudhoyono akan berdiskusi dengan Perdana Menteri David Cameron pada Kamis dan menghadiri pertemuan panel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tingkat tinggi dengan fokus pada strategi membangun Tujuan Pembangunan Milenium.

President, yang merupakan satu-satunya kepala negara di dunia yang pernah menjadi anggota pasukan perdamaian PBB, akan berpidato di perguruan tingi ilmu pertahanan Royal College of Defence Studies.

Gedung Guildhall yang dibangun pada abad 15 dan berada di distrik bisnis London akan menjadi tempat makan malam kenegaraan pada Kamis malam.

Beberapa pengumuman kerja sama perdagangan diharapkan akan muncul selama kunjungan tiga hari ini, seiring semangat Inggris untuk menambah akses ke dalam ekonomi Indonesia yang tumbuh dengan cepat dan konsumen berjumlah 240 juta orang.

Kunjungan kenegaraan tersebut merupakan bagian dari tekad Inggris meningkatkan kehadirannya secara diplomatik di Asia Tenggara, di mana Indonesia dianggap sebagai pemain yang paling berpengaruh di wilayah ini.

Sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia, Indonesia juga dianggap sebagai sekutu strategis dalam dunia Islam.

“Indonesia sejauh ini merupakan negara paling penting di ASEAN,” ujar salah satu sumber dari Kementerian Luar Negeri kepada kantor berita AFP.

Para pejabat Inggris juga melihat Indonesia berpotensi sebagai tempat dibangunnya kampus-kampus jarak jauh dari universitas-universitas di Inggris, sama halnya dengan Malaysia, yang memiliki cabang kampus antara lain Universitas Nottingham, Southampton dan Newcastle.

Inggris biasanya menjadi tuan rumah dua kunjungan kenegaraan tahun ini, namun Presiden Yudhoyono merupakan satu-satunya kepala negara asing yang menerima sambutan formal pada tahun ini, menyusul perayaan ulang tahun berlian atau 60 tahun bertahtanya Ratu.

Kunjungan kenegaraan terakhir adalah oleh Presiden Turki, Abdullah Gul, pada November tahun lalu. (AFP)
XS
SM
MD
LG