Tautan-tautan Akses

Industri Tiram Louisiana Terkena Dampak Terburuk Insiden Tumpahan Minyak


Seorang pekerja mengangkut karung-karung berisi tiram di Jeri's Seafood, Smith Point, Texas. Tiram Texas mengisi kekosongan akibat berkurangnya pasokan tiram dari Louisiana akibat tumpahan minyak.

Seorang pekerja mengangkut karung-karung berisi tiram di Jeri's Seafood, Smith Point, Texas. Tiram Texas mengisi kekosongan akibat berkurangnya pasokan tiram dari Louisiana akibat tumpahan minyak.

Industri tiram Louisiana terkena dampak paling buruk dari insiden tumpahan minyak di Teluk Meksiko yang terjadi hampir dua tahun lalu.

Hampir dua tahun berlalu sejak tragedi yang mengubah kehidupan Collins bersaudara, Nick dan Paul, yang menjadi nelayan tiram. "Kami tidak kaya, dalam arti dapat berkeliling dunia, tetapi kami dulu tak pernah cemas membayar cicilan rumah, membeli bensin untuk truk kami, dan menyediakan makanan di atas meja. Kini, semuanya mencemaskan," papar Nick Collin

Nick dan Paul adalah nelayan tiram generasi keempat. Tak lama setelah bencana menerpa, dibentuk yayasan berdana 20 miliar dolar untuk membayar ganti rugi kepada pihak-pihak yang tertimpa malapetaka. Perusahaan mereka, The Collins Oyster Company, menerima santunan 44.000 dolar, sementara Nick pribadi mendapat 14.000 dolar, yang menurutnya, tidak memadai.

Pengacara dari ibukota Washington, Kenneth Feinberg, ditunjuk oleh perusahaan minyak British Petroleum dan pemerintahan Obama untuk melaksanakan pendistribusian dana tersebut, tetapi banyak dikecam oleh warga setempat.

Feinberg berkilah, kecaman tadi wajar. "Kami paham penduduk sudah sangat menderita. Mereka telah menyaksikan kematian, cedera fisik, dan kerugian ekonomi yang besar. Sangat emosional. Kami berusaha berempati dan bersimpati, tetapi pada akhirnya, kami merasa telah melaksanakan tugas secara profesional, seperti yang diperintahkan," paparnya.

Al Surseri, pemilik perusahaan P&J Oyster Processors and Distributors mengutarakan, kini ia hanya memiliki dua pekerja paruh waktu. Yang paling mengenaskan, menurutnya, adalah terpaksa mem-PHK karyawan yang telah tumbuh besar bersamanya.

"Mereka lebih dari sekedar karyawan, mereka seperti keluarga. Anak-anak kami main bersama-sama. Inilah yang paling sulit dihadapi secara emosional," ujarnya.

Baru-baru ini, BP mengeluarkan pernyataan bahwa perusahaan tersebut telah merampungkan semua klaim para korban yang terkena dampak tumpah minyak itu. Sementara itu, nelayan Nick dan teman-temannya hanya bisa berharap semoga bisnis tiram akan kembali marak, sambil terus mencari nafkah seadanya.
XS
SM
MD
LG