Tautan-tautan Akses

Industri Tenaga Surya AS di Colorado Hadapi Berbagai Tantangan

  • Zulima Palacio

Industri tenaga surya di Negara bagian Colorado, AS, yang berkembang pesat akhir-akhir ini mengalami beragam tantangan.

Industri tenaga surya di Negara bagian Colorado, AS, yang berkembang pesat akhir-akhir ini mengalami beragam tantangan.

Industri tenaga surya atau energi tenaga matahari di negara bagian Colorado, Amerika, menghadapi beragam tantangan.

San Luis Valley di negara bagian Colorado adalah gurun pasir yang terletak di pegunungan yang dengan pesat menjadi penghasil energi sinar surya utama di Amerika. Beberapa fasilitas tenaga surya di sana menjadi pembangkit listrik untuk industri dan fasilitas-fasilitas serupa yang sedang dibangun.

Berdasarkan undang-undang Colorado, 30 persen tenaga listrik yang digunakan di negara bagian itu harus dibangkitkan dari sumber-sumber terbarukan menjelang tahun 2020. Tetapi, untuk memenuhi kebutuhan listrik dengan tenaga surya di Alamosa County sinar matahari saja belum cukup.

Matahari bersinar lebih dari 340 hari setahun di San Luis Valley. Jadi industri tenaga surya berkembang di sana. Nick Thiel, pengelola proyek tenaga surya di San Luiz Solar Ranch, mengatakan, “San Luiz Ranch menempati tanah seluas 89 hektar, memiliki 110.000 panel surya, dan menghasilkan tenaga listrik 30 megawatt.

Menurut perusahaan tersebut, itu cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi lebih dari 7.500 rumah.

"Pada pagi hari ketika matahari terbit di atas pegunungan itu sensor-sensor elektronik mengikuti gerakan matahari, sehingga panel-panel surya itu bisa terus menghasilkan listrik. Pada pagi hari, panel-panel itu menghadap ke timur, dan bergerak sepanjang hari sesuai dengan gerak matahari ke arah barat,” papar Thiel.

Di lembah itu, ladang tenaga surya itu berkembang pesat, sehingga Colorado menjadi negara bagian penghasil tenaga surya terbesar nomor tiga di Amerika setelah California dan New Jersey. Tetapi, sinar matahari saja tidak cukup.

Alamosa County, salah satu daerah terbesar di wilayah itu, memiliki enam ladang tenaga surya. Komisaris Alamosa County, Darius Allen, mengatakan bahwa 650 hektar lahan telah disediakan untuk pembangkit listrik tenaga surya dan akan ditambah lagi kalau prasarananya lebih baik.

“Sekarang jumlah jaringan transmisi yang kita miliki di sini sudah mencapai maksimum,” ujarnya.

Tetapi, itu bukan satu-satunya masalah. San Luiz Valley adalah daerah pertanian kentang, biji-bijian, dan rumput bagi ternak. Petani khawatir San Luiz Valley akan beralih ke industri tenaga surya.

Steve Vandiver, pengelola Rio Grande Water Conservation District, mengatakan bahwa kalau pertanian lenyap mereka tidak akan punya apa-apa lagi.

Pertanian di lembah ini juga terancam bahaya lain. Tanah, sungai-sungai, dan sumber air bawah tanah mengering. Itu juga mempengaruhi pembangkit listrik tenaga surya.

Panel sinar surya juga perlu dicuci, karena debu menumpuk pada panel itu.

Kekurangan air memaksa pihak berwenang menyusun rencana yang akan menutup ratusan sumur dan menghentikan pertanian.

Para petani prihatin.

George Whitten adalah petani keluarga generasi ketiga di pertanian organik itu. Baru-baru ini, ia dan isterinya, Julie, aktivis lingkungan dan pendidik, merekrut masyarakat lingkungan sekitar mereka untuk menentang pembangunan ladang tenaga surya seluas 800 hektar yang berdekatan dengan tanah pertanian mereka.

Mereka menang dalam kasus tersebut, dan proyek tenaga surya itu tidak dapat dibangun.

Whitten mengatakan agar industri tenaga surya tidak menggantikan pertanian. Katanya, orang Amerika bukannya menghemat energi, tetapi berusaha memperbanyak penggunaannya.

XS
SM
MD
LG