Tautan-tautan Akses

Industri Penerbangan Akan Tingkatkan Pelacakan Pesawat


Seorang pria melintas di depan papan berisi jadwal penerbangan di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA2) di Sepang (30/4). (Reuters/Samsul Said)

Seorang pria melintas di depan papan berisi jadwal penerbangan di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA2) di Sepang (30/4). (Reuters/Samsul Said)

Industri penerbangan akan dengan sukarela mulai meningkatkan pelacakan pesawat sebentara badan aviasi PBB mengembangkan standar-standar wajib.

Badan aviasi PBB mengatakan Selasa (13/5) bahwa industri penerbangan akan dengan sukarela mulai meningkatkan pelacakan pesawat sementara badan tersebut mengembangkan standar-standar wajib menyusul hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) tidak memberikan tenggat yang jelas kapan standar-standar yang mengikat untuk pelacakan penerbangan itu akan berlaku, yang menggambarkan tantangan dalam mencapai kesepakatan dengan industri dan pemerintah di seluruh dunia untuk masalah yang berlangsung lama itu.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mendesak badan tersebut untuk mengadopsi pelacakan "real-time" untuk pesawat sipil dan langkah-langkah lainnya.

"Dalam era ponsel pointar dan Internet bergerak, pelacakan 'real time' untuk pesawat komersial adalah terlambat dilakukan," ujarnya dalam artikelnya di koran Wall Street Journal.

Najib juga merekomendasikan perubahan sistem komunikasi pesawat agar tidak dapat dimatikan di tengah penerbangan dan memperpanjang waktu hidup baterai "kotak hitam," yang merekam pembicaraan kokpit dan data pesawat, untuk membuatnya lebih mudah mencari lokasinya setelah kecelakaan.

"Perubahan-perubahan mungkin tidak akan mencegah tragedi MH370 atau Air France 447," ujarnya, mengacu pada pesawat Air France yang jatuh dalam perjalanan dari Paris ke Brazil pada 2009.

"Namun hal itu akan menyulitkan pesawat untuk menghilang begitu saja, dan lebih mudah untuk menemukan pesawat yang hilang."

Najib juga menerima bahwa pihak berwenang di Malaysia terlambat menggerakkan operasi pencarian untuk MH370 setelah Boeing 777 menghilang dari layar kontrol lalu lintas dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing lebih dari dua bulan lalu.

"Waktu respon harus dan akan diinvestigasi," ujarnya.

Tidak ada jejak penerbangan MH370 yang ditemukan setelah hilang pada 8 Maret, meski telah dilakukan pencarian paling intensif dalam sejarah penerbangan komersial.

Negara-negara anggota dewan pengelola ICAO bertemu dengan kelompok-kelompok inudstri Senin dan Selasa di Montreal. Mereka sepakat pelacakan pesawat global diperlukan menyusul hilangnya penerbangan MH370, namun tidak berkomitmen atas solusi global mengikat atau mengatakan mereka akan melakukannya.

Sebagai gantinya, sebuah gugus kerja yang dibentuk oleh kelompok industri maskapai global Asosiasi Tranportasi Udara Internasional (IATA) sepakat untuk muncul dengan proposal-proposal untuk pelacakan yang lebih baik pada akhir September, dan IATA mengatakan para anggota akan mulai mengimplementasikannya secara sukarela, bahkan sebelum aturan apa pun diberlakukan. (Reuters)
XS
SM
MD
LG