Tautan-tautan Akses

Indonesia Tunda Proyek Gas Chevron 2 Tahun


Pekerja Pertamina di Pulau Bunyu, Kalimantan Timur.

Pekerja Pertamina di Pulau Bunyu, Kalimantan Timur.

Penundaan proyek senilai US$12 miliar itu dilakukan saat Indonesia mengurangi ekspor LNG dan mencari impor untuk memenuhi permintaan domestik yang terus meningkat.

Target pengoperasian secara penuh dari proyek gas Pengembangan Laut Dalam Indonesia (IDD) telah ditunda sampai dua tahun menjadi sekitar 2020, menurut seorang pejabat senior.

Hal ini mengurangi prospek negara untuk tetap menjadi eksportir gas besar.

Penundaan proyek IDD senilai US$12 miliar itu dilakukan saat Indonesia mengurangi ekspor gas alam cair (LNG) dan mencari impor-impor di masa depan untuk membantu memenuhi permintaan domestik yang terus meningkat.

Pertamina telah menandatangani kontrak untuk mendapatkan impor LNG dari Amerika Serikat pada 2018.

Chevron Corp mengatakan awal bulan ini bahwa perusahaan itu telah mengambil keputusan investasi akhir untuk melakukan tahap pertama proyek IDD, yaitu lapangan Bangka, namun menunda keputusan untuk tahap kedua, yaitu lapangan-lapangan Gendalo dan Gehem, sementara mengkaji ulang rencana-rencana pengembangan.

Proyek tersebut termasuk lapangan Bangka, Gendalo, Gehem, Gandang dan Maha di sebelah timur Kalimantan.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKKMigas) saat ini bekerja dengan Chevron untuk mengkaji perkiraan-perkiraan cadangan baru dan rencana pengembangan untuk lapangan-lapangan Gendalo dan Gehem, ujar kepala SKKMigas Johannes Widjonarko.

"Jelas cadangan-cadangan itu akan berubah," ujar Johannes.

Penyesuaian-penyesuaian itu dapat menunda proyek itu "sampai dua tahun, jika izin diproses cepat," ujar Johannes, dari target semula untuk memulai produksi pada 2018.

Sumur-sumur gas saat ini dibor di lapangan Bangka, yang dijadwalkan untuk mulai berproduksi pada 2016, ujar Johannes.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang baru dilantik, Sudirman Said, mengatakan pada Senin (27/10) bahwa Indonesia dapat memasuki periode krisis kecuali masalah-masalah energi diselesaikan secara serius. (Reuters)

XS
SM
MD
LG