Tautan-tautan Akses

Indonesia Teratas dalam Survei Kepercayaan Konsumen Global


Para konsumen kelas menengah di sebuah toko Hypermart di Jakarta. (Foto: Dok)

Para konsumen kelas menengah di sebuah toko Hypermart di Jakarta. (Foto: Dok)

Konsumen Indonesia memiliki keyakinan terbesar terhadap prospek ekonomi dan status keuangan pribadi serta kesiapan untuk membelanjakan uangnya.

Pertumbuhan yang dinamis dan peningkatan kelas menengah membuat konsumen di Indonesia termasuk yang paling percaya diri di dunia terkait prospek ekonomi mereka, menurut sebuah survei yang dirilis Selasa (23/7).

Konsumen Indonesia merupakan yang paling percaya diri di dunia, menurut riset oleh kelompok jajak pendapat Nielsen, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya ada dalam peringkat 10 besar selama kuartal pertama.

Indonesia memiliki angka indeks 124, menurut Survei Global Kepercayaan Konsumen Nielsen, jauh di atas rata-rata dunia sebesar 94. Menyusul Indonesia adalah Filipina dengan indeks 121.

India ada dalam urutan ketiga, diikuti Thailand, Brazil, China, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Malaysia dan Arab Saudi sebagai negara-negara dengan keyakinan terhadap prospek ekonomi tertinggi.

Survei keyakinan konsumen Nielsen ini mengukur seberapa besar keyakinan mereka terhadap prospek ekonomi mereka, pasar lapangan pekerjaan, status keuangan pribadi dan kesiapan untuk membelanjakan uangnya.

Perusahaan AS itu mengatakan survei tersebut menjangkau lebih dari 29.000 konsumen dengan akses Internet di 58 negara antara 13-31 Mei.

Tingkat keyakinan konsumen di atas dan di bawah angka 100 mengindikasikan derajat optimisme dan pesimisme.

Secara keseluruhan, para konsumen Asia Tenggara merasa optimis mengenai keadaan ekonomi dibandingkan dengan negara-negara lainnya di dunia,” ujar Vishal Bali, direktur pelaksana bisnis analisa konsumen Nielsen di Asia Tenggara, Asia Utara dan Pasifik.

“Upah minimum naik, demikian juga dengan investasi asing dan semakin banyak konsumen menjadi kelas menengah,” tambahnya.

“Tidak diragukan lagi hal-hal ini mendorong prediksi ekonomi yang kami amati,” ujar Bali.

“Saat populasi kelas menengah di Asia Tenggara terus tumbuh pesat, tingkat pengeluaran konsumen dalam pasar-pasar ini merefleksikan kekayaan baru mereka.”

Bank Pembangunan Asia pada bulan ini mengatakan ekonomi-ekonomi Asia Tenggara diperkirakan akan tumbuh 5,2 persen tahun ini.

Ekonomi Filipina tumbuh 7,8 persen dalam kuartal pertama tahun ini, meningkatkan harapan negara ini telah memasuki fase pertumbuhan pesat yang berkelanjutan.

Ekonomi Indonesia meningkat 6,02 persen pada kuartal pertama, menurut data resmi, dan kemungkinan akan tumbuh 6,2 sampai 6,6 persen tahun ini.

Survei tersebut mengatakan bahwa orang-orang di Asia Tenggara memiliki kepercayaan besar mengenai keuangan pribadi mereka.

Orang Indonesia paling optimis di wilayah ini mengenai posisi finansial mereka, dengan 84 persen menyebutnya sebagai baik atau sangat baik.

Orang Filipina menyusul di tempat kedua dengan 79 persen responden mengatakan mereka percaya diri dengan situasi finansial, menyusul Thailand dengan 69 persen dan Malaysia 63 persen. (AFP)
XS
SM
MD
LG