Tautan-tautan Akses

Indonesia Selidiki Kerusuhan Maut di Arena Tinju


Para polisi melakukan penjagaan arena tinju di Nabire, Papua pasca kerusuhan yang menewaskan 17 orang (15/7).

Para polisi melakukan penjagaan arena tinju di Nabire, Papua pasca kerusuhan yang menewaskan 17 orang (15/7).

Kerusuhan di sebuah pertandingan tinju di Naibire, Papua hari Minggu (14/7) malam mengakibatkan desak-desakan yang menewaskan sedikitnya 17 orang.

Pemerintah Indonesia telah memerintahkan dilakukan penyelidikan terhadap kerusuhan di sebuah pertandingan tinju di Nabire, Papua hari Minggu malam (14/7), yang mengakibatkan desak-desakan yang menewaskan sedikitnya 17 orang.

Dalam laporan hari Senin, kantor berita Antara mengutip Menteri Olahraga Roy Suryo mengatakan sekitar 1.500 orang berada di dalam stadion Kota Lama di kota Nabire, meskipun tempat itu hanya berkapasitas 800 orang. Dia juga mengatakan arena itu hanya memiliki dua pintu keluar.

Kerusuhan dimulai ketika para pendukung petinju yang kalah, marah terhadap hasil pertandingan dan melempar kursi-kursi, memicu konfrontasi dengan para pendukung petinju yang menang. Para penonton lainnya mencoba lari keluar untuk menghindari kekerasan, tetapi terjebak di pintu. Sebelas dari korban tewas adalah perempuan. Sekitar 40 orang cedera karena kekacauan itu.

Polisi Indonesia menginterogasi sejumlah saksi mata dan mengerahkan pasukan tambahan ke Nabire untuk menjaga ketertiban.

Antara mengutip wakil ketua MPR yang mengatakan kekerasan itu menunjukkan bahwa pengertian umum tentang sportivitas masih lemah.

Hajriyanto Thohari mengatakan kesadaran sportivitas tidak dapat dicapai secara tiba-tiba tetapi harus dikembangkan sejak kecil di rumah, sekolah dan masyarakat.
XS
SM
MD
LG