Tautan-tautan Akses

Indonesia, Malaysia Tingkatkan Kerjasama Perbankan


Pegawai di kantor cabang Bank Syariah Mandiri di Jakarta. (Foto: Dok)

Pegawai di kantor cabang Bank Syariah Mandiri di Jakarta. (Foto: Dok)

Berdasarkan perjanjian tersebut, masing-masing negara akan mengizinkan pembentukan tiga kelompok perbankan yang akan diberi perlakuan sama dengan bank lokal.

Indonesia dan Malaysia telah sepakat untuk memberi bank-bank mereka akses yang lebih besar terhadap pasar di dua negara, sebagai bagian dari upaya integrasi yang lebih luas di antara negara-negara Asia Tenggara.

Langkah tersebut akan menghubungkan dua sektor perbankan syariah terbesar di wilayah ini, dan memberikan bank-bank Malaysia keunggulan potensial untuk mengakses negara mayoritas Muslim terbesar di dunia yang masih membatasi bank asing.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan direktur bank sentral Malaysia, Bank Negara Malaysia, menandatangani perjanjian tersebut di Istana Negara Jakarta, menurut pernyataan dari OJK Senin Malam (1/8).

"Persetujuan itu bertujuan untuk mengurangi ketidakseimbangan dalam akses pasar dan aktivitas perbankan di kedua negara melalui kehadiran bank-bank yang memenuhi persyaratan di masing-masing yurisdiksi, berdasarkan prinsip imbal balik," menurut pernyataan tersebut.

Berdasarkan perjanjian tersebut, masing-masing negara akan mengizinkan pembentukan tiga kelompok perbankan yang akan diberi perlakuan sama dengan bank lokal. Dalam hal bank-bank Malaysia, jumlah ini termasuk kelompok-kelompok perbankan yang sudah beroperasi di Indonesia, ujar pernyataan tersebut.

Bank-bank Malaysia, CIMB dan Maybank, telah beroperasi di Indonesia.

Bank pemerintah PT Bank Mandiri Tbk berencana berekspansi dalam sektor-sektor seperti perbankan ritel dan layanan pengiriman uang ke luar negeri di Malaysia, menurut Sekretaris Perusahaan Rohan Hafas dalam SMS kepada Reuters, Selasa (2/8). [hd]

XS
SM
MD
LG