Tautan-tautan Akses

Indonesia Dorong Peningkatan Konektivitas Asia Timur dan Amerika Latin

  • Muliarta

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai pembukaan pertemuan Forum Kerjasama Negara-Negara Asia Timur dan Amerika Latin di Nusa Dua, Bali (13/6). (VOA/Muliarta)

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai pembukaan pertemuan Forum Kerjasama Negara-Negara Asia Timur dan Amerika Latin di Nusa Dua, Bali (13/6). (VOA/Muliarta)

Indonesia mendorong peningkatan konektivitas Asia Timur dan Amerika Latin untuk memperlancar kerja sama negara-negara di kedua kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan pemerintah Indonesia berharap adanya upaya untuk meningkatkan konektivitas antara kawasan Asia Timur dan Amerika Latin untuk mendukung kerja sama di berbagai bidang antarnegara di kedua wilayah tersebut.

Usai membuka pertemuan Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC) atau Forum Kerjasama Negara-Negara Asia Timur dan Amerika Latin di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/6), Marty mengatakan peningkatan konektivitas akan menjadikan kerja sama Asia Timur dan Amerika Latin yang tergabung dalam FEALAC menjadi kekuatan besar perekonomian dunia.

Buktinya, 20 negara dengan ekonomi terbesar merupakan anggota FEALAC, ujar Marty, dan 30 persen perdagangan dunia disumbangkan oleh negara-negara FEALAC.

Tercatat 24 persen investasi luar negeri langsung ada di kawasan Asia Timur dan Amerika Latin, begitu juga ekonomi negara-negara FEALAC mewakili 33 persen produk domestik bruto dunia, tambah Marty.

“Pendapatan dari negara-negara Amerika Latin dan Asia Timur melebihi GDP dari seluruh Uni Eropa. Negara-negara Amerika Latin dan Asia Timur menjadi negara yang paling pesat pertumbuhan ekonominya secara global. Jadi potensi sangat terbentang luas,” ujarnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene mengatakan bahwa dalam pengembangan kerja sama kedepan, negara-negara FEALAC juga akan mengembangkan kerjasama pendidikan antar perguruan tinggi di kedua kawasan.

“Kita akan mengembangkan suatu jaringan, dengan payung itu maka bisa dilakukan berbagai macam kegiatan, apakah dalam bentuk pertukaran pelajar atau penelitian,” ujarnya.

Akademisi dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali, Ni Made Eka Mahadewi mengatakan, melalui FEALAC, Indonesia sebenarnya bisa mendapatkan banyak manfaat, mulai dari kerja sama pengembangan pariwisata hingga menjadikan negara-negara Amerika Latin sebagai pasar potensial pariwisata Indonesia.

“Bagaimana kerja sama itu dilakukan, baik dalam hal pembangunan destinasi maupun kerjasama bilateral. Dari sisi pariwisata ini sangat menguntungkan,” ujarnya.

FEALAC hingga saat ini beranggotakan 36 negara, 16 diantaranya berasal dari kawasan Asia Timur, seperti Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Jepang dan Malaysia. Sementara 20 negara anggota lainnya dari kawasan Amerika Latin seperti Argentina, Bolivia, Brazil, Guatemala, Kolombia, Kuba dan Meksiko.
XS
SM
MD
LG