Tautan-tautan Akses

Indonesia Didesak Tindak Tegas Perdagangan Burung Ilegal

  • Associated Press

Pemilik penangkaran burung langka di Solo memegang sertifikat resmi di tengah kandang-kandang berisi kakatua. (Foto: Dok)

Pemilik penangkaran burung langka di Solo memegang sertifikat resmi di tengah kandang-kandang berisi kakatua. (Foto: Dok)

Traffic, kelompok pemantauan perdagangan satwa liar, mengatakan skala perdagangan burung ilegal di Indonesia "mengejutkan."

Sebuah kelompok pemantauan perdagangan satwa liar telah mendesak Indonesia untuk mengambil tindakan tegas melawan penyelundup burung-burung langka, yang telah mendorong sejumlah spesies ke arah kepunahan.

Traffic, yang berpusat di Inggris, hari Kamis (11/8) mengatakan penelitian terakhir mereka mencatat hampir 23.000 burung di lima pasar di tiga kota di Jawa Tengah dan Timur.

Kelompok itu mengatakan 28 dari 241 spesies yang diidentifikasi dilindungi secara penuh oleh undang-undang Indonesia. Satwa tersebut termasuk burung Myna bersayap hita, spesies langka yang hanya ditemukan di Jawa dan Bali.

Serene Chng, direktur program untuk Traffic, mengatakan skala perdagangan ilegal di Indonesia "mengejutkan."

"Hampir semua burung itu asli Indonesia, 15 persen tidak dapat ditemukan di belahan Bumi mana pun," ujarnya. "Masa depan beberapa populasi burung Indonesia sangat suram."

Penelitian itu dilakukan di Surabaya, Yogyakarta dan Malang. Jakarta sudah dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan burung ilegal dengan tiga pasar termasuk di Jakarta Timur yang terbesar di negara ini.

Juru bicara Traffic, Elizabeth John, mengatakan jumlah burung itu didasarkan pada penghitungan aktual burung-burung yang terlihat di tiap toko pada pasar-pasar tersebut yang dilakukan selama tiga hari.

Berdasarkan undang-undang konservasi Indonesia, perdagangan satwa liar menghadapi hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda Rp 100 juta.

Traffic mengatakan penelitian serupa di Jakarta tahun 2014 mendokumentasikan sekitar 19.000 burung yang dijual dalam waktu tiga hari.

Indonesia memiliki lebih dari 130 spesies burung yang terancam keberadaannya. [hd]

XS
SM
MD
LG