Tautan-tautan Akses

Indonesia dan AS Tandatangani MOU Perlindungan Lingkungan

  • Fathiyah Wardah

Aktivis Greenpeace yang mengenakan kostum orangutan berdemonstrasi di Kementrian Kehutanan, Jakarta (foto: dok).

Aktivis Greenpeace yang mengenakan kostum orangutan berdemonstrasi di Kementrian Kehutanan, Jakarta (foto: dok).

Kementerian Lingkungan Hidup hari Senin di Jakarta menandatangani Nota kesepahaman dengan Environment Protection Agency atau Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat untuk program kerjasama dibidang perlindungan lingkungan.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan kerjasama tersebut meliputi pencegahan dan pengelolaan emisi gas rumah kaca, pencemaran udara serta air, limbah, degradasi lingkungan, edukuasi dan kampanye lingkungan.

Selain itu, bentuk kerjasama lainnya juga meliputi transfer teknologi dan pertukaran informasi di bidang perlindungan lingkungan hidup, pelatihan dan kunjungan studi serta membantu membuat perundang-undangan tentang lingkungan. Kerjasama ini akan berlaku selama lima tahun.

Nota kesepahaman (MOU) dengan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (EPA) Amerika Serikat ini, kata Hatta, merupakan langkah positif dalam upaya untuk menghadapi tantangan besar dalam melindungi lingkungan hidup.

Kerjasama tersebut, menurut Hatta, juga akan menambah pengetahuan dan keahlian Indonesia dalam meminimalkan dampak kerusakan lingkungan. Hal ini dikarenakan EPA telah memiliki pengalaman dalam menangani berbagai isu lingkungan terkait dengan perbatasan dengan negara tetangga, penanganan rehabilitasi daerah pertambangan dan daerah yang tercemar berat.

Lebih lanjut Hatta mengatakan, "Dengan sudah ditandatangani ini, kami dalam waktu paling lambat satu bulan akan datang tim dari Amerika untuk membicarakan lebih detail termasuk jadwalnya. Misalnya, bulan ini mengerjakan yang mana, seperti itu. Indonesia ini dianggap oleh dunia internasional sangat serius mengenai masalah lingkungan ini."

Kerjasama ini juga menetapkan kerangka kerja untuk kerjasama pada program manajemen kualitas udara di Jakarta yang berjudul "Breath Easy Jakarta."

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta Peni Susanti mengungkapkan kerjasama ini dimaksudkan agar pemerintah DKI Jakarta mendapatkan pemahaman yang lebih baik terhadap tantangan kualitas udara di Jakarta.

Selain itu, juga untuk mengembangkan strategi efektifitas biaya dalam meningkatkan kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Peni mengatakan, "Tentunya dengan adanya training nantinya semua akan bisa punya kapasitas didalam rangka kualitas udara."

Duta Besar Amerika untuk Indonesia Scot Marciel menyatakan bahwa Amerika Serikat melihat Indonesia sebagai mitra penting untuk memperkuat perlindungan lingkungan global.

Amerika juga menyambut baik kerjasama dengan Indonesia untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan hidup untuk kedua negara.

Marciel juga menekankan bahwa kerjasama ini bukan merupakan bentuk intervensi Amerika terhadap pemerintah Indonesia Meskipun nantinya Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat turut membantu dalam pembuatan undang-undang terkait lingkungan hidup. Ia mengatakan, "Jadi peranan Amerika di sini bukan untuk mengintervensi pemerintah Indonesia. Kami hanya sekedar berbagi pengalaman, berbagai informasi dan pada akhirnya keputusannya ada pada pemerintah Indonesia."

XS
SM
MD
LG