Tautan-tautan Akses

Indonesia Berencana Ubah Laut China Selatan jadi Laut Natuna


Presiden Joko Widodo di atas KRI Imam Bonjol pada saat kunjungan ke perairan di Kepulauan Natuna 23 Juni lalu (foto: dok).

Presiden Joko Widodo di atas KRI Imam Bonjol pada saat kunjungan ke perairan di Kepulauan Natuna 23 Juni lalu (foto: dok).

Laut Natuna akan meliputi kawasan dalam radius 200 mil laut dari Kepulauan Natuna yang dikuasai Indonesia.

Dalam upaya mempertahankan kedaulatannya di kawasan, Indonesia Rabu (18/8) malam mengumumkan rencana untuk mengubah nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna di kawasan dalam radius 200 mil laut dari Kepulauan Natuna yang dikuasainya.

Ahmad Santosa, ketua tim Satgas 115 yang menangani penangkapan ikan illegal, mengatakan, rencana itu “akan diserahkan kepada PBB”, seraya menambahkan bahwa “jika tak ada yang berkeberatan, maka namanya akan resmi menjadi Laut Natuna.”

Rencana ini akan melibatkan penamaan kembali laut di sekitar Kepulauan Natuna, terletak di sebelah Timurlaut pulau Kalimantan, di dalam jarak 200 mil laut zona ekonomi eksklusifnya.

Walikota Natuna, Hamid Rizal, mengatakan, perubahan itu dimaksudkan untuk membantu masyarakat memahami bahwa bagian laut itu adalah milik Indonesia, dan untuk membantu memberantas penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia. [uh]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG