Tautan-tautan Akses

Indonesia Bela Proses Tender Pembuatan Kereta Cepat


Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto: dok.)

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto: dok.)

Pemerintah Indonesia hari Kamis (1/10) membela proses tender yang kontroversial dalam proyek pembangunan jaringan kereta berkecepatan tinggi pertama di Indonesia. Setelah ketidakjelasan selama berbulan-bulan, China akhirnya menang tender atas Jepang untuk melaksanakan proyek bernilai 5 miliar dolar tersebut. Jepang mengritik keputusan itu, dan mempertanyakan transparansi proyek itu.

Menteri BUMN Rini Soemarno yang dikutip kantor berita AFP menyebut proses seleksi itu “sangat transparan.” Ia menyatakan keputusan itu tidak ada kaitannya dengan masalah teknis proyek tersebut, melainkan karena struktur pembiayaannya. Jepang menghendaki jaminan pemerintah dan pembiayaan oleh negara, sedangkan China tidak demikian.

Menurut Rini, sebuah konsorsium yang terdiri dari empat perusahaan Indonesia berharap dapat merampungkan pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan negara China mengenai pembangunan jaringan kereta sepanjang 150 kilometer, yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung.

Menurut Wall Street Journal, Rini menambahkan, China memberi pinjaman 40 tahun untuk proyek itu dengan masa tenggang 10 tahun. Ia mengatakan 37 persen dari pinjaman itu diberikan dalam mata uang renminbi untuk pembelian material yang diimpor dari China, dan selebihnya dalam bentuk dolar Amerika.

Ia berharap keputusan tersebut tidak akan mempengaruhi sentimen investasi dari Jepang, yang telah lama menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara. [uh]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG