Tautan-tautan Akses

Indonesia, AS Gelar Pelatihan Teknik Pendinginan Produk Pertanian

  • Petrus Riski

Foto bersama para petugas karantina tumbuhan Indonesia, peserta pelatihan teknik penanganan pendinginan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat di Surabaya, 6 September 2016 (Foto: VOA/Petrus)

Foto bersama para petugas karantina tumbuhan Indonesia, peserta pelatihan teknik penanganan pendinginan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat di Surabaya, 6 September 2016 (Foto: VOA/Petrus)

Teknik penanganan pendinginan (Cold Treatment Techniques), menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas produk yang diekspor dapat diterima dan sesuai standar.

Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Indonesia bekerjasama dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat, menyelenggarakan pelatihan mengenai teknik-teknik penanganan pendinginan (Cold Treatment Techniques), yang bertujuan menyamakan pemahaman mengenai prosedur pengiriman produk pertanian yang baik.

Pengiriman buah atau produk pertanian ke luar negeri seringkali mengabaikan prosedur dasar yang diterapkan oleh negara tujuan ekspor, sehingga produk yang dibawa seringkali mengalami masalah dalam hal daya tahan dan standarkeamanan pangan.

Teknik penanganan pendinginan (Cold Treatment Techniques), menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas produk yang diekspor dapat diterima dan sesuai standar.

Direktur Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati, Kementerian Pertanian, Antarjo Dikin mengatakan, pemahaman mengenai prosedur pengiriman produk melalui teknik penanganan pendinginan sangat diperlukan, agar produk tanaman pangan yang dikirim tidak mengalami kerusakan akibat kesalahan prosedur.

“Seperti Amerika, dia menghendaki cold treatment terhadap buah segar, artinya hortikultura ke negara Amerika. Sehingga kita harus tahu persis prosedurnya, supaya jangan sampai kita salah di dalam melakukan treatment buah segar tersebut ataupun sayuran, karena kalau salah, maka perlakuan tersebut tidak efektif dan merusak produk tersebut,” kata Antarjo Dikin, Direktur Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati, Kementerian Pertanian.

Temperatur yang tepat harus diterapkan pada produk hortikultura yang akan diekspor, agar buah atau sayuran yang diekspor diterima dalam keadaan baik dan tidak mengalami kerusakan.

Antarjo menekankan pentingnya pemahaman mengenai temperatur pada penanganan pendinginan, yang tidak selalu sama temperaturnya pada setiap jenis buah atau sayuran.

“Kita harus mencari temperatur yang tepat terhadap produk kita (agar) tidak rusak, dengan temperatur dingin. Lalu bisa mengendalikan atau membunuh telur daripada lalat buah, itu yang paling penting, nah inilah perlu penelitian,” jelas Antarjo Dikin, Direktur Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati, Kementerian Pertanian.

Ali Ahmad Abdi, Konselor Pertanian, Departemen Pertanian Amerika Serikat mengatakan, Indonesia sebagai negara penghasil produk pertanian terbesar, perlu memahami regulasi ekspor produk pertanian dari negara tujuan ekspor, agar produk yang dikirim dapat diterima dengan baik oleh pasar di luar negeri termasuk Amerika Serikat.

“Indonesia memiliki sangat banyak, dan produk yang sangat baik, seperti kopi, kakao, udang besar, karet yang banyak, rempah-rempah yang melimpah, Indonesia menghasilkan rempah-rempah yang sangat besar, dan Amerika Serikat merupakan pasar besar bagi ekspor Indonesia,” kata Ali Ahmad Abdi.

Ali Abdi menegaskan, pelatihan teknik-teknik penanganan pendinginan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua negara, khususnya melalui usaha saling berbagi informasi dan pengetahuan.

“Targetnya adalah kita berbagi informasi, bertukar informasi, dan kami memiliki sumber daya manusia dari Amerika Serikat, kami memiliki ahli di bidang hewan dan tanaman yang siap memberikan layanan, terutama pada pelatihan ini. Kita berbicara mengenai pengembangan program ini yang kita lakukan di Indonesia, karena akan ada banyak orang yang memperoleh manfaat dari ini,” lanjutnya. [pr/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG