Tautan-tautan Akses

RI-AS Bentuk Dialog untuk Tingkatkan Perdagangan dan Investasi


Rizal Affandi Lukman (kiri) dan Michael C. Camunez menandatangani kesepakatan Dialog Perdagangan Amerika-Indonesia di Honolulu, Hawaii (11/11).

Rizal Affandi Lukman (kiri) dan Michael C. Camunez menandatangani kesepakatan Dialog Perdagangan Amerika-Indonesia di Honolulu, Hawaii (11/11).

Ini merupakan salah satu wujud implementasi Kemitraan Komprehensif Amerika-Indonesia yang diluncurkan Presiden Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bulan November 2010.

Di sela-sela pertemuan APEC di Honolulu, hari Jumat, pemerintah Indonesia dan Amerika meluncurkan US-Indonesia Commercial Dialogue atau Dialog Perdagangan Amerika-Indonesia.

Dialog Perdagangan itu dibentuk untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan mendorong diskusi bilateral secara periodik mengenai isu-isu perdagangan, termasuk memperbaiki iklim bisnis di masing-masing negara, dan perdagangan dan investasi yang lebih besar.

Kesepakatan bersama mengenai pembentukan inisiatif tersebut ditandatangani oleh Deputi Menko Perekonomian bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional, Rizal Affandi Lukman, dan Asisten Menteri Perdagangan Amerika untuk Akses dan Kepatuhan Pasar, Michael C. Camunez.

Penandatanganan kesepakatan itu turut disaksikan sejumlah pengusaha Amerika dan Indonesia, termasuk Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo B. Sulisto, CEO Bosowa Corporation Erwin Aksa, dan pengusaha bidang media Peter F. Gontha.

Kepada VOA, Rizal menuturkan Dialog Perdagangan Amerika-Indonesia merupakan pelengkap dari program kedua negara yang selama ini telah ada dalam kerangka kerjasama bidang perdagangan dan investasi atau TIFA.

Rizal Affandi Lukman menjelaskan, “TIFA lebih kepada negosiasi mengenai masalah-masalah antara kedua negara terkait perdagangan dan investasi. Kalau Dialog Perdagangan, lebih kepada kerjasama saling menguntungkan, lebih kepada proyek yang bisa dikerjasamakan. Jadi bukan masalah, tetapi ini proyek bersama yang akan kita kembangkan. Lebih kepada aktivitas komersial, antara Indonesia dan Amerika.”

Rizal menambahkan, bahwa pelaksana program tersebut nantinya adalah para pengusaha Amerika dan Indonesia. Pemerintah kedua negara hanya mempersiapkan dan memfasilitasi terkait peraturan dan iklim investasi.

Sebagai contoh, katanya, pemerintah akan menyiapkan suatu simposium tentang cara memperbaiki peringkat kemudahan berbisnis, dengan mengambil pelajaran dari pengalaman negara-negara lain yang telah berhasil melakukannya dalam waktu singkat.

“Tentu tujuannya ingin meningkatkan perdagangan dan investasi. Kita melihat potensi yang masih terbuka lebar yang perlu kita kembangkan, karena kedua negara ekonominya saling melengkapi, bukan permusuhan,” papar Rizal selanjutnya.

Dalam naskah kesepakatan bersama mengenai Dialog Perdagangan Amerika-Indonesia, kerangka kerjasama ini dikepalai oleh Asisten Menteri Perdagangan bidang Akses dan Kepatuhan Pasar, dan Deputi Menko Perekonomian bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional.

Adapun, anggotanya adalah lembaga-lembaga pemerintah terkait di kedua negara, wakil-wakil sektor swasta seperti Kadin Amerika dan Dewan Bisnis Amerika-ASEAN, Kamar Dagang Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia, serta wakil dari kalangan perusahaan yang berminat.

Ada enam fokus aktivitas yang tercakup dalam kerangka kerjasama ini, yaitu iklim investasi, energi dan lingkungan bersih, usaha kecil menengah (UKM), perluasan aktivitas perdagangan bilateral, kewiraswastaan, dan kerjasama industri.

XS
SM
MD
LG