Tautan-tautan Akses

Indonesia Akan Tambah Kapasitas Listrik 60 Gigawatt


Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Ulubelu di Lampung. (Foto: Dok)

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Ulubelu di Lampung. (Foto: Dok)

Data pemerintah menunjukkan sekitar 20 persen penduduk Indonesia masih belum memiliki akses untuk listrik sampai tahun lalu.

Pemerintah Indonesia berencana menambah kapasitas listrik 60 gigawatt untuk memenuhi permintaan yang diperkirakan akan naik dua kali lipat pada 2022, menurut seorang pejabat kementerian energi, Selasa (25/3).

Pertumbuhan permintaan akan listrik di Indonesia telah melampaui pertumbuhan kapasitas, mengakibatkan sering terjadinya listrik padam dan rasio kelistrikan yang relatif rendah.

"Kami telah membuat rencana untuk memenuhi tuntutan ini, namun terkadang proyek-proyek tertunda," ujar direktur pengembangan listrik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hasril Nuzahar.

"Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan krisis," tambahnya.

Proyek-proyek yang direncanakan, termasuk jalur-jalur transmisi, akan membutuhkan investasi US$125,2 miliar, ujar Hasril.

Data pemerintah menunjukkan sekitar 20 persen penduduk Indonesia masih belum memiliki akses untuk listrik sampai tahun lalu.

Sampai Maret, kapasitas terpasang total di Indonesia telah mencapai 47.788 megawatt, 74 persen diantaranya dipasok Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Batu bara saat ini mencakup 51,6 persen dari sumber energi dalam produksi listrik, sementara sisanya dari gas (23,6 persen), minyak (12,5 persen), air (7,9 persen) dan panas bumi (4,4 persen).

Pada 2022, Indonesia sebagai salah satu produsen batu bara teratas dunia, berharap meningkatkan penggunaan batu bara domestiknya untuk menyumbangkan 66 persen produksi listrik, mengurangi penggunaan minyak yang mahal sekitar 2 persen, dan meningkatkan kontribusi panas bumi menjadi sekitar 11 persen.

Konsumsi listrik mencapai 188 terawatt-jam pada 2013, sebagian besar untuk rumah tangga (41 persen) dan industri (34 persen). Permintaan naik 7,8 persen pada 2013.

Hasril mengatakan masalah pembebasan lahan masih merupakan kendala terbesar dalam proyek listri, terutama untuk jalur transmisi. (Reuters/Fergus Jensen)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG