Tautan-tautan Akses

India Perlu Kebijakan Energi dan Manajemen Jaringan Listrik yang Tegas


Sebuah tiang listrik dengan jaringan kabel listrik ilegal di New Delhi, India (Foto: dok).

Sebuah tiang listrik dengan jaringan kabel listrik ilegal di New Delhi, India (Foto: dok).

Perusahaan listrik swasta terbesar di India mengatakan India membutuhkan kebijakan energi dan manajemen jaringan listrik yang lebih ketat guna menghindari terjadinya kembali pemadaman listrik.

CEO Reliance Infrastructure Ltd, perusahaan listrik swasta terbesar di India, mengatakan India membutuhkan kebijakan energi yang lebih tegas dan manajemen jaringan listrik yang lebih ketat guna menghindari terjadinya kembali pemadaman listrik yang melanda ratusan juta orang pekan ini.

Reliance Infrastructure, memasok listrik bagi 30 juta orang di ibukota keuangan Mumbai, dan ibukota politik New Delhi.

CEO Lalit Jalan mengatakan ia resah saat listrik padam ketika ia mengunjungi seorang birokrat di Delhi hari Selasa dalam gedung yang listriknya dipasok perusahaannya. Namun kemudian Lalit lega setelah mengetahui bahwa itu akibat kerusakan jaringan listrik, bukan kelalaian perusahaan.

Tiga dari lima transmisi jaringan listrik India rusak hari Selasa, mengakibatkan listrik padam di beberapa negara bagian, tempat bermukim sekitar 670 juta orang. Pemadaman listrik yang merupakan salah satu insiden terburuk di dunia itu, disusul gangguan serupa di India utara hari sebelumnya.

Alasan kerusakan masih dipelajari, tetapi pemerintah pusat telah menyatakan beberapa negarabagian melampaui kuota karena musim kemarau menyebabkan permintaan listrik oleh para petani lebih besar dari yang diperkirakan, guna memompa air bagi irigasi.
XS
SM
MD
LG