Tautan-tautan Akses

30 Tahun Tragedi Bhopal, Aktivis India Kembali Gugat Union Carbide


Para warga India yang selamat dari tragedi Bhopal melakukan unjuk rasa dengan membakar patung di Bhopal, Selasa (2/12).

Para warga India yang selamat dari tragedi Bhopal melakukan unjuk rasa dengan membakar patung di Bhopal, Selasa (2/12).

Para pengunjuk rasa India hari Rabu (3/12) menuntut Union Carbide, sekarang anak perusahaan dari Perusahaan Dow Chemical, untuk bertanggung jawab sepenuhnya atas bencana yang terjadi 30 tahun lalu.

Para pengunjuk rasa di India memperingati 30 tahun bencana kebocoran gas di Bhopal yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Para aktivis mengatakan 25.000 orang lain meninggal setelah bencana itu, dan banyak lainnya yang terus menderita secara fisik maupun mental sebagai dampak dari keracunan gas itu.

Para aktivis meneriakkan slogan-slogan dan membawa gambar para korban, berunjuk rasa di Bhopal hari Selasa menuntut keadilan. Mereka membakar sebuah patung yang melambangkan Dow Chemical, pemilik Union Carbide, yang mereka tuntut bertanggung jawab atas bencana itu.

"Perusahaan-perusahaan multinasional seharusnya tidak diizinkan melakukan usaha di sini tanpa mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan. Patung yang kita bakar hari ini adalah simbol dari kemarahan kita," ujar seorang demonstran.

Tanggal 3 Desember 1984, pabrik pestisida di Bhopal yang dijalankan oleh Union Carbide bocor dan sekitar 40 ton gas metil Isocyanate yang mematikan bocor ke udara, mengakibatkan bencana industri terburuk di dunia. Para korban dan keluarga mereka mengatakan masih menunggu ganti rugi penuh.

“Seluruh keluarga saya terkena dampak yang sangat buruk. Dua bulan setelah bencana itu suami saya meninggal. Saya juga sangat menderita, saya punya banyak masalah kesehatan. Dua ekor sapi di rumah kami mati. Jadi, sumber mata pencaharian saya benar-benar terkena dampak buruk. Saya dan anak-anak saya selamat, tapi kami hanya menerima perawatan kesehatan minimum," kata pengunjuk rasa lainnya.

Dow Chemical menyangkal tanggung jawab itu, mengatakan pemerintah India telah menguasai kawasan bencana itu pada tahun 1998. Tapi banyak aktivis masih menyalahkan perusahaan itu.

"Kami ingin memberitahu pemerintah supaya membuka mata dan setidaknya meminta pertanggungjawaban Perusahaan Dow Chemical di Mahkamah Agung, dan menuntut mereka bertanggung jawab karena menghancurkan generasi berikutnya, dan bertanggung jawab untuk rehabilitasi, perawatan dan nafkah bagi yang selamat, supaya mereka bisa menjalani kehidupan yang bermartabat," kata Rashida, seorang aktivis.

Delapan mantan karyawan Union Carbide di Bhopal dihukum karena mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh kelalaian, dan dijatuhi hukuman penjara dua tahun. Para korban dan aktivis mengatakan hukuman itu tidak cukup. Para pakar lingkungan memperingatkan bahwa tragedi Bhopal belum berakhir, karena zat-zat beracun telah mencemari tanah dan air tanah, dan terus menimbukan ancaman bagi penduduk setempat.

Rachna Dhingra, kelompok Bhopal untuk Informasi dan Aksi mengatakan, ”Ada masalah dengan pembersihan limbah beracun yang ada di luar pabrik dan telah mencemari air tanah yang digunakan oleh lebih dari 50.000 orang. Juga ada masalah dalam rehabilitasi dan pengawasan kesehatan anak-anak yang dilahirkan cacat karena bencana kebocoran gas itu."

XS
SM
MD
LG