Tautan-tautan Akses

India, Pakistan Harapkan Tingkatkan Hubungan Ekonomi

  • Anjana Parischa

Pengunjung dalam pameran "Lifestyle Pakistan" di New Delhi. (Foto: Dok)

Pengunjung dalam pameran "Lifestyle Pakistan" di New Delhi. (Foto: Dok)

Pejabat India dan Pakistan berharap bahwa memperingan pembatasan perjalanan lintas-batas akan meningkatkan hubungan ekonomi mereka.

Peningkatan hubungan ekonomi antara kedua negara yang saling bersaing di Asia Selatan itu diharapkan dapat meningkatkan integrasi ekonomi di kawasan itu.

Dimulai pertengahan Januari nanti, India dan Pakistan akan melonggarkan pembatasan-pembatasan yang ada pada visa, memungkinkan orang untuk memperoleh dokumen perjalanan lebih cepat dan melakukan perjalanan lebih leluasa di kedua negara. Beberapa pengusaha juga akan mendapat visa kunjungan beberapa kali (multiple entry visa).

Aturan visa baru itu merupakan bagian dari langkah membaiknya hubungan antara kedua negara tetangga itu.

Komisioner Tinggi Pakistan untuk India, Salman Bashir, mengatakan dalam pertemuan bisnis di New Delhi Senin bahwa perjalanan lintas-batas yang lebih mudah akan mendorong hubungan bisnis. Dia menyerukan perubahan sikap di kedua belah pihak pada semua tingkatan.

Aturan-aturan visa baru merupakan bagian dari beberapa langkah yang diambil kedua negara untuk meningkatkan perdagangan lintas batas, yang tersendat, terutama karena hubungan politik keduanya yang tegang.

Tapi sejak tahun lalu, kedua negara telah memutuskan untuk memperbaiki masalah ekonomi dan mengesampingkan permasalahan yang lebih sulit untuk sementara.

Mereka telah membuka terminal perdagangan perbatasan yang diperluas. Pakistan telah membuka sebagian besar pasarnya untuk barang-barang buatan India dengan memberi India status Most Favored Nation atau negara yang paling diutamakan.

Seorang ekonom di Bank Dunia, Sanjay Kathuria mengatakan pertumbuhan ekonomi India dalam beberapa tahun terakhir merupakan kesempatan besar untuk negara-negara yang lebih kecil seperti Bangladesh dan Pakistan. Namun dia mengatakan potensi perdagangan itu tidak digali karena Asia Selatan merupakan salah satu kawasan paling tidak terintegrasi di dunia dibanding dengan kawasan lain seperti Uni Eropa atau Asia Timur.

Bank Dunia memperkirakan perdagangan di Asia Selatan bisa tumbuh hingga US$20 miliar, jika pembatasan-pembatasan dihapus. Para pemimpin politik di kedua negara mengatakan pertumbuhan perdagangan juga akan membantu menstabilkan wilayah tersebut.
XS
SM
MD
LG