Tautan-tautan Akses

India: Mahasiswa Nigeria, Korban Terbaru Kekerasan Terhadap Warga Afrika


Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di India memberikan dukungan untuk warga Tanzania yang menjadi korban penikaman di Bangalore, 4 februari 2016 (Foto: dok). Karim, mahasiswa Nizam College (23 tahun), dipukuli oleh seorang tetangganya di Hyderabad setelah keduanya dikabarkan bertengkar sengit mengenai tempat parkir, Kamis (26/5).

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di India memberikan dukungan untuk warga Tanzania yang menjadi korban penikaman di Bangalore, 4 februari 2016 (Foto: dok). Karim, mahasiswa Nizam College (23 tahun), dipukuli oleh seorang tetangganya di Hyderabad setelah keduanya dikabarkan bertengkar sengit mengenai tempat parkir, Kamis (26/5).

Seorang mahasiswa Nigeria diserang dengan tongkat besi di India Selatan, Kamis (26/6), hampir seminggu setelah seorang mahasiswa Kongo dipukuli sampai mati di New Delhi.

Kazim, mahasiswa Nizam College (23 tahun), dipukuli oleh seorang tetangganya di Hyderabad setelah keduanya dikabarkan bertengkar sengit mengenai tempat parkir. Meskipun polisi setempat telah mengesampingkan rasisme sebagai motif, menyatakan itu hanya perselisihan tempat parkir, kejahatan terhadap orang Afrika telah menjadi isu yang terus-menerus di India.

Insiden ini menyusul pembunuhan Masunda Kitada Oliver, mahasiswa pasca- sarjana asal Kongo berusia 23 tahun yang sudah tinggal di New Delhi selama enam tahun. Dia sedang memanggil becak Jumat lalu ketika tiga orang yang mengklaim sudah menyewa kendaraan itu memukulnya dan membenturkan batu ke kepalanya. Oliver meninggal malam itu, menurut polisi.

Dua tersangka telah ditahan, sementara yang ketiga melarikan diri.

Pada bulan Februari, perempuan Tanzania diserang, ditelanjangi, dan dibakar oleh massa di Bangalore.

Kasus-kasus ini membuat masalah diskriminasi dan kekerasan terhadap sebagian kecil orang Afrika di sana menjadi sorotan nasional. Menteri Luar Negeri Sushma Swaraj telah berkomentar tentang dua kasus bulan ini, menuntut penyelidikan atas pemukulan Kazim, Kamis pagi (26/5). [as/uh]

XS
SM
MD
LG