Tautan-tautan Akses

India, Pakistan Tandatangani Perjanjian Visa untuk Permudah Perjalanan Lintas Batas


Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar, kanan, berjabatan tangan dengan Menteri Luar Negeri India S.M. Krishna di Islamabad setelah membahas isu-isu bilateral (foto, 7/9/2012).

Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar, kanan, berjabatan tangan dengan Menteri Luar Negeri India S.M. Krishna di Islamabad setelah membahas isu-isu bilateral (foto, 7/9/2012).

Pemerintah India dan Pakistan sepakat menandatangani perjanjian visa baru yang sudah lama ditunggu untuk mengurangi hambatan perjalanan lintas perbatasan.

Berbicara kepada wartawan pada akhir pembicaraan berbagai isu perdamaian, Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar dan Menteri Luar Negeri India SM Krishna, mengatakan perjanjian visa yang baru saja ditandatangani merupakan langkah penting dalam memperbaiki hubungan.

Menteri Luar Negeri Khar mengatakan perjanjian itu akan meningkatkan perdagangan, bisnis, serta pertukaran budaya dan politik antara India dan Pakistan. Ia menekankan, kedua negara telah membuat kemajuan penting pada tahun terakhir ini dalam memperbaiki hubungan dan menegaskan lagi negaranya berjanji akan membangun semangat itu.

“Kami akan bergerak maju. Apa yang telah terjadi sampai saat ini merupakan sejarah dan kami tidak mau terbelenggu dalam sejarah,” tegasnya.

Menteri Luar Negeri India Khrisna menyambut baik optimisme Menteri Luar Pakistan, mengatakan negaranya bertekad akan bergerak maju menulis babak baru perdamaian dan kerjasama dalam hubungan bilateral. Tetapi, ia mengakui, dengan pertemuan yang hanya beberapa kali dan rumitnya hubungan bilateral itu, India dan Pakistan tidak bisa menyelesaikan isu Kashmir yang berlaru-larut dan sengketa-sengketa wilayah lainnya.

Ia mengatakan, “India selalu yakin, pendekatan selengkah demi selangkah adalah yang akan dilakukan dalam membina hubungan ke depan.”

Pakistan dan India telah berperang tiga kali sejak 1947, dua di antaranya mengenai kawasan Kashmir yang terbagi. Tetapi, hubungan khususnya terkait perdagangan telah membaik dalam dua tahun belakangan. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari berkunjung ke India bulan April di mana ia mengundang Perdana Menteri Manmohan Singh untuk melawat ke Pakistan tahun ini.

Pada konferensi pers hari Sabtu di Islamabad, Menteri Luar Negeri Krishna, tanpa memberi janji yang tegas, mengatakan Perdana Menteri India itu akan berkunjung ke Pakistan.

“Menurut saya, kunjungan itu akan dilakukan pada saat yang tepat ketika suasananya mendukung, ketika ia merasa ada manfaat yang bisa dipetik dari berkunjung ke Pakistan,” tambahnya.

India menuduh kelompok militan yang berada di Pakistan merencanakan serangan teroris Mumbai bulan November 2008 yang menewaskan 166 orang. Pakistan telah menahan dan mengadili beberapa tersangka, tetapi menghadapi kecaman dari India karena kurangnya kemajuan dalam mengadili para pelaku teror itu. Pihak berwenang Pakistan menyebut kurangnya bukti sebagai kendala dalam menyelesaikan proses peradilan itu.
XS
SM
MD
LG