Tautan-tautan Akses

India Berusaha Selamatkan Rupee

  • Anjana Parischa

Seorang kasih di sebuah restoran di New Delhi memegang uang kertas rupee (foto: dok).

Seorang kasih di sebuah restoran di New Delhi memegang uang kertas rupee (foto: dok).

India telah mengumumkan serangkaian langkah untuk menghentikan jatuhnya nilai mata uangnya yang terus melemah.

Langkah-langkah yang diumumkan pekan ini muncul setelah rupee India telah kehilangan hampir 12 persen nilainya terhadap dolar sejak bulan Mei, sehingga meningkatkan biaya impor seperti minyak dan emas.

Bank sentral telah memperketat pembatasan pada investasi di luar negeri. Investasi asing oleh perusahaan dalam negeri akan dibatasi pada 100 persen dari nilainya – turun tajam dari 400 persen. BUMN akan didorong untuk meminjam lebih banyak dana dari luar negeri.

Jumlah uang yang boleh dikirim warga ke luar negeri dalam setahun telah dipotong dari 200.000 sampai 75.000 dolar. Impor koin emas dan emas batangan telah dilarang. Pembelian emas adalah pengeluaran impor kedua terbesar di India setelah minyak.

Pemerintah juga mengumumkan langkah-langkah untuk menggalang dana di di luar negeri.

Ketika menjelaskan perlunya mengambil langkah-langkah ini, Menteri Keuangan P. Chidambaram mengatakan bahwa "kita tidak boleh membiarkan rupee jatuh bebas."

Kepala Ekonom Sekuritas ICICI di Mumbai, A. Prasanna mengatakan upaya-upaya ini mungkin bisa meringankan tekanan dalam periode waktu. "Diharapkan, katakanlah, 10 sampai 15 milyar dolar dapat dihasilkan dan itu bisa sedikit menyangga perekonomian," ujarnya.

Kejatuhan rupee mengkhawatirkan karena India kini memiliki defisit yang besar, yang berarti pengeluaran impor India lebih banyak daripada pendapatan dari ekspor. Setiap penambahan defisit lebih banyak akan semakin merugikan ekonomi ketika pertumbuhan merosot ke tingkat terendah dalam satu dasawarsa, yaitu sekitar lima persen.

Menteri Keuangan Chidambaram mengatakan ia "akan melakukan segala cara" untuk menahan defisit sampai 70 miliar dolar atau 3,7 persen dari produk domestik bruto.

Para ekonom mengatakan India mungkin dapat mencapainya. Namun, Prasanna mengatakan kekhawatirannya adalah langkah-langkah ini telah gagal untuk meyakinkan investor asing, yang dipandang sebagai kunci bagi pemulihan ekonomi jangka panjang.

"Masalahnya sepertinya adalah sentimen, cara langkah-langkah ini telah diambil, pemerintah seolah-olah telah kehilangan kontrol, mereka mungkin telah mengupayakan selama beberapa waktu, tetapi tujuan mencapai kepercayaan belum tercapai," jelasnya.

Kekhawatiran tersebut tampaknya dapat dibenarkan. Terlepas dari upaya baru-baru ini, rupee mencapai rekor terendah hari Jumat.

Seperti negara berkembang lainnya, mata uang India telah dipengaruhi ekspektasi bahwa Amerika akan memangkas program stimulusnya. Namun, seiring terpuruknya ekonomi India, rupee semakin terperosok dibanding mata uang negara lain, kehilangan 40 persen nilainya terhadap dolar dalam dua tahun terakhir.
XS
SM
MD
LG